Ketik disini

Sumbawa

Bupati Janji Periksa Upsus Mataiyang

Bagikan

TALIWANG – Bupati KSB Dr KH Zulkifli Muhadli berjanji akan segera menindak lanjuti terkait indikasi penggelembungan luas lahan kelompok tani yang ditunjuk sebagai penerima program upaya khusus (Upsus) Kedelai di Desa Mataiyang dan beberapa desa sekitar di Kecamatan Brang Ene.

a�?Kalau indikasinya seperti itu, saya akan cek untuk memastikan kebenaran itu,a��a�� janjinya usai dicegat koran ini, usai memimpin rapat koordinasi di lantai III gedung Setda KSB, Rabu (10/6).

Pria yang akrab disapa Kyai Zul ini menyebut, indikasi dan dugaan ini harus segera dicek langsung sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Bantuan upsus kedelai yang merupakan program pemerintah pusat dalam rangka mencapai swasembada pangan untuk Desa Mataiyang sendiri didapat empat kelompok tani. Empat kelompok tani itu di antaranya poktan Buka Lapan, Ai Sangir, Lang Banar, dan Lang Semempo. Sementara satu kelompok lainnya mendapatkan program optimalisasi lahan padi.

Diduga kuat, data luas lahan yang digunakan pemerintah melalui dinas terkait ini masih menggunakan data lama . Penggunaan data lama ini diakuinya sendiri oleh Kades Mataiyang Khairul Yadi.

Dikatakannya, awalnya Poktan di Mataiyang sendiri hanya satu kelompok, kemudian dipecah menjadi delapan kelompok. a�?a��Itu jelas menggunakan data lama, karena setelah dilakukan pemecahan kelompok, paling tinggi satu kelompok itu luas lahannya tidak sampai 10 hektar. Tapi data yang ada pada dinas sebagai acuan mengucurkan bantuan upsus ini antara 14 sampai 16 hektar. Ini jelas tidak sesuai dengan data riil dilokasi,a��a�� katanya.

Khairul menegaskan, pihak desa pun tidak pernah tahu ternyata juga dilibatkan dalam program tersebut, kondisi ini tentunya sangat disayangkan, mengingat kenyataan dilapangan ternyata sebagian besar bantuan yang diberikan untuk kelompok tani ini tidak ditanam seluruhnya. Kalaupun ditanami, kurang dari satu hektar. a�?a��Dalam satu kelompok katakan mereka memiliki luas lahan seluruhnya 10 hektar, yang ditanami kedelai ini kurang dari satu hektar. Padahal sesuai aturan, seharusnya itu ditanam seluruhnya. Inilah sebabnya kalau kita (desa) tidak libatkan, tapi begitu terjadi persoalan, baru kami tahu ternyata pemerintah desa itu terlibat dalam Upsus. Sementara sebelumnya tidak pernah disampaikan oleh petugas lapangan baik dari KCD maupun BP3K,a��a�� sesalnya.

Selain tidak ditanam sesuai peruntukkannya, di masing-masing kelompok tani juga dijumpai masih banyaknya bibit dan obat-obatan yang tersisa. Kelompok tani sendiri tidak paham, bibit dan obat-obatan itu mau dikemanakan. Pihak desa menduga, kelebihan bibit dan obat-obatan itu disebabkan karena sejak awal luas lahan yang mendapat program ini tidak sesuai data riil dilapangan. a�?a��Banyak dijumpai bibit dan obat-obatan maupun pestisidanya mengalami kelebihan. Padahal, itu sudah dibagikan kepada seluruh anggota kelompok. Jumlahnya tidak sedikit, dalam satu kelompok ada belasan karung bibit kedelai dan puluhan botol berbagai jenis obat-obatan dan pestisida. Inipun mereka (kelompok) bingung mau diapakan bantuan tersebut,a��a�� tukasnya.

Terpisah, Camat Brang Ene, Ahmad Ilung S Ip, dikonfirmasi terkait hal itu mengakui jika dirinya sudah mendapat informasi terkait indikasi atau dugaan penggelembungan lahan yang terjadi diwilayah Mataiyang. a�?a��Saya memang sempat dilaporkan adanya masalah itu. Tentunya kita akan cek kelokasi, karena kalau benar seperti ini tentu saja hal tersebut sudah salah dan tidak sesuai dengan aturan atau ketentuan yang berlaku,a��a�� tegasnya.

Diakuinya, bukan hanya pihak desa saja yang tidak dilibatkan dalam program tersebut, pihak kecamatan pun juga tidak pernah dilibatkan saat program itu sudah jalan. a�?a��Saat pertama kali penandatangan MoU, kecamatan memang dilibatkan, tapi setelah program itu jalan, kita malah tidak tahu. Tidak ada yang pernah menyampaikan kekami apa saja yang sudah dilakukan di lapangan,a��a�� akunya.

Selain luas lahan yang tidak sesuai, bibit kedelai yang ditanam tidak maksimal bahkan banyak yang gagal tanam, proses pembelian bibit dan obat-obatan pun ternyata tidak dilakukan kelompok tani.

Saat uang tersebut dicairkan kelompok tani di bank, salah seorang oknum pegawai KCD Brang Ene sudah menunggu diluar. Uang pembelian bibit dan obat-obatan itu langsung diambil dengan alasan pembeliannya akan dilakukan pemerintah.

Nilainya pun cukup besar, khusus untuk Mataiyang saja, rata-rata satu kelompok tani yang diambil uangnya untuk pembelanjaan bibit dan obat-obatan itu mencapai Rp 20 juta. a�?a��Kita tidak pernah membeli sendiri bibit kedelai atau ibat-obatan tadi, sebaliknya pihak dinas yang membeli. Kalau ditanya mana nota belanja atau nota keuangan terkait pembelian bibit ini, kami tidak pegang, karena memang kami tidak membeli, melainkan semuanya dilakukan oleh oknum KCD,a��a�� terang sejumlah ketua dan pengurus kelompok tani Mataiyang.

Setelah mengetahui, jika bibit dan obat-obatan tadi seharusnya dibelanjakan langsung kelompok tani, mereka rata-rata mengaku khawatir. Bahkan mereka berencana akan mengundurkan diri sebagai ketua kelompok. a�?a��Kalau seperti ini, kami sebaiknya mengundurkan diri saja. Karena sejak awal, kami juga tidak tahu siapa yang membeli bibit dan obat-obatan itu. Yang kami tahu, setelah dana cair, uangnya kita serahkan ke oknum pegawai KCD, kita tinggal menerima bibit dan obat-obatan tadi,a��a�� tambahnya lagi.

Selain tidak pernah memegang nota pembelian, karena memang bukan petani yang membeli, kelompok tani ini juga dijanjikan semua proses administrasinya ditanggung beres. a�?a��Ya kami hanya disampaikan saja, nanti administrasinya diurus semua oleh oknum itu,a��a�� terang mereka lagi seraya menyebut nama oknum pegawai KCD Brang Ene dimaksud.

Sebelumnya, Sekdis Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Agus Bajuri yang juga merupakan PPK dalam program ini mengaku akan segera mengecek kebenaran laporan tersebut, bahkan rencananya, pihak dinas akan segera turun kelokasi. a�?a��Kita akan cek lokasi dulu, untuk memastikan dan membuktikan hal tersebut,a��a�� katanya.(far/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys