Ketik disini

Praya

Desa Saba dan Loang Maka Butuh Perhatian

Bagikan

* Menengok Infrastruktur Desa Perbatasan (4-habis)

Ternyata sebagian dusun dan desa di perbatasan Lombok Tengah dengan Lombok Timur sangat perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Jika di wilayah Praya Barat dan Praya Barat Daya merata infrastruktur jalannya rusak total. Kemudian fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, air bersih dan telokomunikasi juga memprihatinkan. Maka, di perbatasan Lombok Timur ada sebagian dusun dan desa yang nasibnya sama.

Dari sekian desa perbatasan dengan Lotim, dua desa yang memprihatinkan yaitu Desa Saba dan Loang Maka, Kecamatan Janapria. Kedua desa itu berdekatan langsung dengan sejumlah desa di Gumi Patuh Karya.

Terkadang mereka minder, saat melihat desa tetangganya mapan dari sisi infrastruktur jalan, sarana kesehatan, dan pendidikan. Mereka pun mengaku berkali-kali mengajukan perbaikan jalan dan penambahan fasilitas pendukung. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah.

Yang ada, Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjanjikan pembangunan infrastruktur jalan dilaksanakan secara bergiliran. Hingga, dipastikan tidak ada lagi desa atau dusun yang terpencil. Termasuk berkoordinasi dengan PT PLN, telekomunikasi dan PDAM serta dikes dan dikpora setempat.

Dua desa itu, juga berdekatan dengan beberapa desa di Kecamatan Praya Timur. Bisa dikatakan juga, nasib infrastruktur jalannya sama. Walau pun bukan wilayah perbatasan dengan Lotim. Kiri dan kanan jalan terdapat hamparan lahan pertanian dan perkebunan. Jika musim kemarau, pengendara harus berhati-hati karena banyak batu kerikil.

Pengendara juga harus siap dengan ban serep atau mencari press ban. Karena, sewaktu-waktu ban motornya bisa pecah lantaran rusak totalnya akses jalan. Begitu pula musim penghujan. Untuk urusan listrik, masyarakat sudah mendapatkan penerangan di setiap rumah. Kecuali, penerang jalan saja.

“Salah satu contoh di desa saya di Loang Maka, dari Perako Pemantek menuju Beleka sekitar 5 kilometer jalannya rusak total. Kami malu dengan masyarakat tetangga di Lotim,” ujar warga desa setempat Rustam.

Diakui Rustam, berbicara infrastruktur jalan, warga desa setempat sudah bosan. Begitu pula di desa senasibnya Saba. Untungnya, PNPM dan bantuan Bank Dunia turun ke desa terpencil tersebut. Hanya saja, tidak semua diperbaiki. “Masak kami harus berdemo dulu, baru pemerintah ini turun,” sindirnya.

Yang memprihatinkan lagi, kata Rustam sarana kesehatan dan pendidikan. Untuk pendidikan, tidak ada jenjang SMP atau pun SMA. Kecuali SD dan MI. Sehingga, ada sebagian warga mengenyam pendidikan di Lotim dan sebagian di pusat pemerintahan kecamatan. “Beginilah kondisi pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

Tidak itu saja, soal pelayanan kesehatan juga sangat minim. Sehingga, dua desa bersangkutan terpaksa mencari hingga ke Lotim. “Semoga, apa yang saya sampaikan ini mendapat perhatian dari pemerintah. Kami sangat berharap besar,” serunya.(dedi)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *