Ketik disini

Metropolis

DJP Nusra Sosialisasi Tahun Pembinaan WP

Bagikan

MATARAM – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara menyelenggarakan Tax Gathering Talkshow Tahun Pembinaan Wajib Pajak (WP) 2015, Pajak Milik Bersama. Acara yang diselenggarakan di Hotel Golden Palace ini mengangkat tema “Menuju Kedaulatan dan Kemandirian Negara”.

Kepala Kanwil DJP Nusra Nielmaldrin Noor mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mencapai target penerimaan pajak tahun 2015 sebesar Rp 1.295 triliun. Khusus Kanwil DJP Nusra, target yang dibebankan Rp 5,39 triliun. Tax Gathering ini mengundang wajib pajak badan dan masyarakat yang merupakan wajib pajak pilihan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang ada di lingkungan Kanwil DJP Nusra. Tentunya yang hadir ini merupakan para pengambil keputusan dari wajib pajak.

Kegiatan ini dalam rangka menyosialisikan pentingnya pajak, hak dan kewajiban wajib pajak dan tindakan penegakan hukum yang ada dalam perpajakan. Harapannya acara ini bisa memberikan sosialisasi tentang perpajakan kepada wajib pajak sekaligus mendekatkan wajib pajak kepada pegawai pajak.

”Pajak itu dari kita untuk kita,” katanya.

Program pemerintah yang tercermin dalam APBN merupakan salah satu realisasi dari penerimaan pajak. Negara membutuhkan sumber dana dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan dan mewujudkan kesejahteraan dalam bentuk pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Selain itu infrastruktur pendorong kebutuhan ekonomi, suasana keamanan dan kepastian hukum dan transfer daerah. Sumber dana APBN terdiri dari penerimaan pajak, pengelolaan sumber daya alam, penerimaan negara bukan pajak, pinjaman dari dalam dan luar negeri serta hibah.

”Faktanya 70 persen pendapatan APBN berasal dari pajak. Apabila target penerimaan pajak terganggu, akan berdampak pada kesuksesan program pemerintah,” jelasnya.

Tahun 2015 ini menjadi tahun pembinaan oleh DJP karena fakta yang terjadi di Indonesia Tax Ratio rendah (2013 pada 11,89 persen). Selain itu tingkat kepatuhan wajib pajak (WP) yang rendah dan keadilan bagi semua WP. Dalam tahun ini tentunya ingin medorong kepatuhan WP agar bersedia melaporkan SPT, membayar, dan menyetor pajak sesuai dengan yang seharusnya dan melakukan pembetulan SPT.

”Ini sebagai upaya meningkatkan penerimaan pajak,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Kakanwil DJP Nusra, Nielmaldrin Noor menyampaikan bahwa pajak adalah darah kita. Oleh karena itu harus mempunyai rasa memiliki dan kepedulian akan pajak demi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi darah merupakan yang terpenting dalam kehidupan manusia.
”Pajak itu bagaikan darah dalam tubuh kita,” katanya.

Disamping itu, Niel mengimbau kepada wajib pajak yang hadir untuk memanfaatkan fasilitas penghapusan sanksi pajak di tahun ini.Tahun 2015 dicanangkan sebagai tahun pembinaan wajib pajak. Puncak acara kegiatan ini menghadirkan pembicara talkshow dari Kepala kanwil Pajak Nusra Nielmaldrin Noor, Kepala KPP Mataram Barat Ahmad Rivai, dan Kepala KPP Mataram Timur Wahyu Santosa. Inti talkshow itu sendiri adalah untuk menjelaskan tentang informasi-informasi perpajakan, khususnya berhubungan dengan pentingnya pajak, hak dan kewajiban wajib pajak. Materi lainnya, tindakan penegakan hukum yang dilakukan DJP terhadap wajib pajak serta mengupas tentang pemberian penghapusan sanksi kepada wajib pajak.

Materi sosialisasi diantaranya PMK 29/PMK.03/2015 dan PMK 91/PMK 03/2015 tentang penghapusan sanksi administrasi bunga, sanksi administrasi atas keterlambatan, penyampaian surat pemberitahuan, pembetulan, pembetulan surat pemberitahuan dan keterlambatan pembayaran atau penyetoran pajak.

Dikatakan, menjadi bangsa yang mandiri secara bertahap bisa diwujudkan dalam kebijakan, program, kegiatan dan proyek pemerintah. Semua itu memerlukan dana besar karena Indonesia merupakan negara besar.

”Partisipasi seluruh elemen bangsa sangat diperlukan karena pajak milik kita bersama,” ujarnya. (nur/adv/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *