Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Kopertis Minta Polisi Serius Usut Ijazah Palsu

Bagikan

BIMA – Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VIII Prof Dr I Nengah Dasi Astawa MSi mendesak kepolisian mengungkap peredaran ijazah palsu. Menurut dia, peredaran ijazah palsu merendahkan martabat pendidikan di Indonesia.

“Persoalan ini harus cepat ditangani kepolisian agar tidak menciderai pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Kata dia, peredaran ijazah palsu sudah marak diperjualbelikan. Ijazah tersebut diduga dikeluarkan oleh lembaga yang belum memiliki izin penyelenggaraan perguruan tinggi.

Selain itu, juga dikeluarkan lembaga yang sudah terdaftar namum tidak melalui prosedur yang benar. “Contohnya, lulusan S1 harus menyelesaikan 144 SKS. Atau kuliah selama tiga sampai empat tahun. Tapi kebanyakan baru satu tahun kuliah sudah wisuda,” terangnya.

Meski begitu, Kopertis tetap menyikapi persoalan ini. Pihaknya bahkan sudah melakukan pengawasan terhadap lembaga perguruan tingga nakal.

“Masalah ini kita akan sikapi dengan memperketat pencatatan nomor induk mahasiswa,’’ tegasnya.

Menurut dia, pengungkapan kasus ini bukan ranah Kopertis. Melainkan ranah penegak hukum. ‘’Kami hanya mengawasi standar pendidikan di perguruan tinggi. Jika mengenai ijazah palsu, itu tugas kepolisian,’’ paparnya.

Meski ijazah palsu sudah marak di Indonesia, namun di Kabupaten dan Kota Bima belum ditemukan. Hanya saja kata dia, tahun lalu salah satu Perguruan Tinggi di Lombok membuka kelas jauh di Kota Bima.

‘’Tapi kami sudah benahi masalah itu. Sekarang kampus di Kabupaten dan Kota Bima sudah tidak ada masalah,’’ akunya.

Dia berharap, masalah ijazah palsu cepat diselesaikan. Para pemain diminta agar ditangkap. Demi membangun pendidikan Indonesia yang baik dan benar.

‘’Kita semua ingin merubah pandangan bangsa ini lebih baik. Terutama masalah pendidikan,’’pungkasnya. (dam/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *