Ketik disini

Metropolis

Merokok Sembarang, Denda Rp 500 Ribu

Bagikan

* Instansi Pemerintah Wajib Siapkan Tempat Khusus

MATARAM – Ini warning bagi para perokok di NTB. Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dipastikan sudah berlaku. Sanksi tegas menanti mereka yang merokok sembarang. Mereka bakal didenda Rp 500 ribu.

“Selama ini terkesan mandul karena memang belum ada Peraturan Gubernurnya. Tapi sekarang sudah siap. Jadi sudah bisa dieksekusi,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB Eka Junaidi, Rabu (10/6).

Setelah rampungnya pergub tersebut, lanjut Eka, pihaknya akan segera membuat edaran, baik ditujukan pada masyarakat umum maupun kepada instansi pemerintahan.

Sebagaimana diatur dalam perda KTR, instansi pemerintah wajib menyediakan ruangan khusus bagi perokok. Sehingga, merokok tidak boleh di sembarang tempat. Begitu juga dengan pusat-pusat perbelanjaan atau tempat umum lainnya juga wajib menyediakan sarana serupa. Bagi yang mengabaikan ketentuan ini bakal diberikan sanksi.

“Khusus untuk instansi pemerintahan, mereka sudah menganggarkan untuk menyiapkan lokasi khusus merokok,” jelas Eka.

Sementara, beberapa lokasi juga ditetapkan sebgai area yang benar-benar diharamkan untuk merokok. Di antaranya, kawasan pendidikan, rumah sakit, dan tempat ibadah.

“Dalam waktu dekat sudah bisa diberlakukan efektif. Tinggal tunggu tersedia sarana dan prasarananya,” janji Eka.

Khusus terkait denda Rp 500 ribu. Eka belum dapat menjelaskan secara pasti mekanisme penarikan denda tersebut. “Jelas nantinya ada denda bagi yang melanggar. Tapi, titik tekan perda ini bukan pada itu (membayar denda). Kita mengharapkan, benar-benar ada kesadaran bersama,” tegasnya.

Setelah nantinya tersedia ruang khusus merokok, lanjut Eka, diharapkan, tidak ada lagi masyarakat yang merokok di sembarang tempat. Ia menekankan, perda selalu bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Harusnya semua pihak pun tunduk terhadap aturan yang telah dibuat. Apalagi perda KTR ini merupakan aturan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *