Ketik disini

Selong

Pansus Beberkan “Dosa” Kadis Mahsin

Bagikan

PANSUS Pendidikan merampungkan kerjanya yang dimulai 18 Mei lalu. Temuan yang didapat tim dirumuskan menjadi sebuah rekomendasi untuk ditindaklanjuti pemerintah dan pihak terkait lain termasuk aparat berwajib.

Ketua Pansus Pendidikan DPRD Lotim HL Hasan Rahman mengatakan, rekomendasi yang dihasilkan seperti pansus berpandangan carut-marut pelaksanaan DAK 2014 semata-mata dilakukan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur Mahsin, yang sengaja mengabaikan aturan hukum yang berlaku. Tahapan pemetaan, verifikasi, pengawasan dan pelaporan hasil pelaksanaan DAK 2014 tak pernah dilakukan.

Buktinya yang bersangkutan tidak mampu menunjukkan hasil pemetaan, verifikasi, dan pelaporan atas seluruh peroses DAK 2014 sampai berakhirnya pansus. Ia juga dianggap sengaja membiarkan Dikpora dalam kondisi tidak kondusif. ”Dia penanggung jawab DAK, jadi harus disanksi,” tegasnya.

Pansus juga menemukan belum tuntasnya proses pengerjaan DAK 2014. Seperti yang terjadi di SMPN 4 Selong dan di tempat-tempat lainnya termasuk atas kekurangan volume pengerjaan di beberapa sekolah serta carut marutnya proses pengerjaan di SDN 01 Terara dan SD/SMP Satap 07 Terara.

Karena itu, pansus juga meminta aparat segera menindaklanjuti hasil temuan pansus ini. Ditambahkan, pansus meminta bupati menindak dengan tegas Kadis Dikpora Lotim Mahsin karena terbukti meyakinkan melakukan intervensi terhadap pengelolaan dana BOS.

Itu dilakukan dengan menginstruksikan sekolah menonton film Merariq yang sumber dananya diambilkan dari dana BOS. ”Sekolah tak boleh diintervensi soal BOS,” katanya menegaskan.

Selain, Kadis Mahsin, Kabid Dikdas M Zaini juga direkomendasikan untuk ditindak tegas. Dia dianggap teledor menandatangani rencana penggunaan uang SD/SMP untuk pembelian buku kurikulum 2013 yang melebihi ketentuan yang dipersyaratkan di dalam aturan penggunaan BOS. Dia juga dianggap dengan sengaja dan terbukti telah menyalah gunakan wewenang serta jabatannya bertindak atas nama Dikpora selaku Manajer BOS melakukan ikatan kontrak dengan pihak ketiga.

Itu dianggap bertentangan dengan SK Bupati Nomor : 188.45./117/DIK/2015 yang didalam kontrak tanpa disertai dengan kop surat dan hanya stempel Dikpora. ”Tidak boleh main terabas seperti itu,” tegasnya.
Hal lain yang juga disoroti adalah rekruitmen tenaga guru honorer daerah non PNS dinyatakan gugur demi hukum, sebab tidak ada dasarnya. Karena itu bupati diminta memerintahkan Kadis PPKA Lotim tidak mengeksekusi dana Rp 12 miliar yang ada di Dikpora. ”Tak boleh diperuntukkan untuk itu uangnya,” katanya.

Selain itu, surat keputusan Kadis Mahsin tentang pembentukan panitia rekrutmen tenaga guru honorer daerah non PNS dan SK tentang juklak/juknis batal demi hukum. Tidak ada dasar hukum yang jelas seperti peraturan pemerintah atau peraturan bupati serta SK bupati yang memerintahkan untuk merekrut calon pegawai Honda.

Sekdis Dikpora Lotim HM Juhad selaku petugas administrasi di SKPD terkait harus bertanggung jawab. Terlebih ia juga ketua panitia rekrutmen honorer daerah non PNS yang terlibat langsung. Untuk bupati diminta memberi sanksi tegas terhadap Sekdis HM Juhad atas perbuatannya melawan hukum.

Sementara itu, Abdul Muhid, politisi PKPI mengatakan, tiga orang pejabat Dikpora itu harus bertanggung jawab atas kesalahannya masing-masing. Kadis Mahsin bertanggung jawab atas DAK yang memiliki beragam persoalan. Kabid Dikdas M Zaini bertanggung jawab atas dana BOS yang banyak menyimpang. Serta Sekdis HM Juhad bertanggung jawab atas pengangkatan tenaga guru honorer daerah non PNS yang tak berdasar. ”Soal pemberhentian, itu sekarang di tangan bupati,” jawabnya.

Ketua DPRD Lotim H Khairul Rizal mengatakan hasil pansus perlu ditindak lanjuti pihak berwenang. Mulai dari penyimpangan penggunaan dana DAK dan BOS termasuk rekrutmen tenaga guru honorer daerah non PNS yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Ia juga berharap bupati mau mendengar saran dan masukan dewan mengenai hasil pansus yang ada. ”Semoga bupati dengar dewan dan saran masyarakat,” pungkasnya. (yuk/*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *