Ketik disini

NASIONAL

Pengusutan Kasus Kondensat Jalan Terus

Bagikan

*Pemeriksaan HW di Singapura

Jakarta — Pengusutan kasus dugaaan korupsi penjualan kondensat jatah negara terus berlanjut. Setelah memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berencana memeriksa mantan direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wandratmo (HW) di Singapura. Pasalnya, kondisi kesehatan HW membuat pemeriksaan harus dilakukan di Negeri Singa.

Terkait rencana tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti siap memberikan lampu hijau. Dirinya mengaku tidak mungkin melarang jalannya proses hukum yang dilakukan penyidik.

“Karena itu proses hukum, tidak mungkin tidak diijinkan,” ujarnya di Mabes Polri, kemarin .

Hanya saja, Badrodin mengaku belum mendapatkan permohonan perizinan dari Bareskrim untuk memberangkatkan penyidiknya ke Singapura.
“Kalau keluar pasti izin ke saya, tapi belum ada pengajuan,” ungkap mantan Kapolda Jatim tersebut.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Bareskrim Polri Victor Edinson Simanjuntak mengaku akan segera melakukan kordinasi dengan pimpinan Polri perihal pemeriksaan HW di Singapura.

“Akan minta izin ke pimpinan polri. Minimal dua orang,” ujarnya, Senin (8/6) lalu di Mabes Polri.

Menurut Victor, pemeriksaan di Singapura terpaksa dilakukan setelah kuasa hukum HW mengirim surat medical sertificate ke Bareskrim. Dalam surat tersebut dijelaskan, jika kondisi kesehatan HW yang tidak memungkinkan pulang ke Indonesia.

“Dikhawatirkan kalau kembali ke indonesia akan lebih fatal,” ungkap Victor. Namun hingga kemarin, Bareskrim belum memberikan informasi terbaru terkait kapan penyidik diberangkatkan ke Singapura.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesian Corruption Watch (ICW) mengatakan itu sebagai hal yang wajar.

“Ada diskresi untuk penyidik melakukan pemeriksaan di luar Bareskrim sebagaimana KUHAP pasal 113,” ujarnya di Jakarta.

Hanya saja dia mengingatkan, agar Bareskrim tidak mudah didikte dalam hal waktu dan tempat pemeriksaan. Penyidik harus memastikan terkait kebenaran alasan yang diberikan tersangka maupun saksi. Dia mencontohkan pemeriksaan Sri Mulyani yang dilakukan di Kantor Kementerian Keuangan.

“Padahal Sri Mulyani ada di satu kota (satu kota dengan kantor Bareskrim),” pungkasnya.

HW sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan kondensat. Selain dia, Bareskrim juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni mantan Kepala BP Migas Raden priyono dan mantan Deputi Pemasaran dan Finansial BP Migas Djoko Harsono.(far/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *