Ketik disini

Giri Menang

Puasa, PNS Diminta Tak Lembek

Bagikan

GIRI MENANG – Jam kerja pemerintah selama Ramadan nanti ini akan dipangkas. Tujuan aturan ini agar PNS yang beragama Islam dapat meningkatkan kualitas ibadahnya. Namun, bukan berarti PNS boleh berleha-leha.

a�?Produktivitas tetap nomor satu. Kendati jam kerja menjadi lebih pendek,a�? kata Asisten I Pemkab Lobar, Bq Eva Nur Cahyaningsih pada Lombok Post,A�Rabu (10/6).

Ia menjelaskan berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menteri PAN) No 04/2015 tentangA�Penetapan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara, TNI, dan POLRI pada Bulan Ramadan jam masuk kerja pegawai dimundurkan. Sementara jam pulang dimajukan.

Bagi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja diatur, hari Senin-Kamis jam kerja mulai pukul 8.00-15.00, waktu istirahat pukul 12.00-12.30. Sedangkan hari Jumat pukul 08.00-15.30, sedangkan waktu istirahat pukul 11.30-12.30.

Sedangkan bagi Instansi yang memberlakukan enam hari kerja diatur sebagai berikut, Senin-Kamis pukul 08.00-14.00, dan waktu istirahat pukul 12.00-12.30. Sedangkan hari Jumat pukul 08.00-14.30, sedangkan waktu istirahat pukul 11.30-12.30.

Berdasarkan jam kerja itu, jam masuk dimundurkan setengah jam. Sementara jam pulang dimajukan satu jam lebih cepat.

Menurutnya di saat puasa nanti produktivitas PNS harus tetap terjaga. Karena puasa tidak menjadi halangan bagi PNS untuk bermalas-malasan.

Bahkan kata Eva, saat puasa hasil kerja harusnya lebih meningkat karena tidak berpikir jam sarapan maupun jam makan siang. a�?Sehingga tentunya PNS bisa lebih fokus lagi nanti,a�? terangnya sambil mengingatkan pekerjaan jangan sampai ditinggalkan karena alasan puasa.

Terutama layanan pada masyarakat. Seluruh pegawai diingatkan agar jangan sampai pelayanan terhenti, hanya karena alasan sedang berpuasa. (nur/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *