Ketik disini

Headline Metropolis

a�?Tangan Saktia�? Hantui PPDB

Bagikan

*Pendaftaran Mulai 1-3 Juli

MATARAM a�� Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih dibayangi kekuatan a�?tangan saktia�? para pejabat di Kota Mataram. Kondisi ini membuat pelaksanaan PPDB kacau dan tidak bisa sesuai rencana semula.

a�?Sebenarnya PPDB mudah kalau mengikuti sistem. Tapi karena ada a�?tangan saktia�? itulah yang jadi masalah,a�? ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mataram Zainal Arifin, kemarin.

Menurutnya, kekuatan pemilik a�?tangan saktia�? ini membuat dinas sebagai pelaksana teknis tidak bisa menghindar dari tekanan. Sehingga setiap ada PPDB selalu terjadi kegaduhan, protes, dan ribut di mana-mana.

Padahal jika semua berjalan sesuai sistem dan kuota yang ditetapkan sejak awal, maka penerimaan siswa akan berjalan lancar dan aman.

Kondisi ini dilatarbelakangi, orang tua yang memaksakan kehendak agar bisa menyekolahkan anaknya ke sekolah tertentu. Sehingga terjadi penumpukan jumlah siswa di satu sekolah.
Parahnya, mereka memanfaatkan oknum pejabat agar anaknya bisa masuk ke sekolah tersebut. a�?Kami di lapangan agak sulit mengelak. Banyak tekanan-tekanan itu dan kami sulit menghindarinya,a�? curhat Zainal.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya mengurangi tekanan a�?tangan saktia�? tersebut. Dan menurutnya, dari tahun ke tahun tekanan dari oknum pejabat sudah bisa dikurangi. a�?Mungkin kami tidak bisa menghilangkannya, tapi akan berusaha menguranginya,a�? terangnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan PPDB akan dilakukan pada tanggal 1-3 Juli 2015. Pendaftaran akan dilakukan secara online. Berbagai persiapan sudah dilakukan, termasuk melatih para operator agar tidak ada kendala teknis saat pendaftaran dilakukan.

Jumlah operator untuk SMP 24 orang. Operator SMA sebanyak 24 orang. Sementara untuk menghindari pemadaman, pihaknya akan bersurat ke PLN. a�?Kalau pun tetap mati listrik, kami masih berikan kesempatan,a�? jelasnya.

Sementara untuk siswa bina lingkungan (BL) akan diserahkan ke masing-masing sekolah. Jatahnya 20 persen dari daya tampung sekolah. a�?Tapi tetap sesuai dengan juklak juknis dan syarat-syarat yang sudah ditentukan,a�? tegasnya.

Masalah lain yang dihadapi Dikpora Kota Mataram saat ini adalah kekurangan ruang belajar. Masalah ini ditanggulangi melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 17 miliar untuk penambahan ruang kelas baru, dari SD sampai SMA.

Dana ini ditambah dengan dana yang bersumber dari daerah sebesar Rp 4 miliar untuk menambah ruang belajar SDN 10 Cakranegara, SDN 10 Mataram, dan SDN 38 Cakranegara. Dengan perbaikan dan penambahan ruang kelas baru, diharapkan kekurangan ruang kelas bisa diatasi.

a�?Kalau kita bangun sekolah baru agak susah. Terutama masalah lahan agak sulit,a�? tandasnya. (ili/cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *