Ketik disini

Bima - Dompu

Toke Percaya Diri di Jalur Independen

Bagikan

* Pertama di NTB, Hari Ini Mendaftar ke KPU

BIMA – Peminat kepala daerah dari independen mulai unjuk gigi. Pertama kali di NTB, calon independen Muhtar M Amin hari ini memastikan akan mendaftar ke KPUD Kabupaten Bima.

Pria kelahiran Desa Maria, Kecamatan Wawo ini akan berpasangan dengan H Abubakar Maa��alu SH. a�?Besok kami akan mendaftar ke KPU,a�? ujar Toke, panggilan Muhtar M Amin, pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Rabu (10/6).

Pengusaha sukses di negeri jiran Malaysia ini optimistis mampu bersaing dalam kontes demokrasi 9 Desember 2015 mendatang. Optimisme tersebut didasari pada dukungan riil masyarakat yang demikian besar. Sebagai pendatang baru di dunia politik, awalnya dia ragu mampu memenuhi syarat yang ditentukan dalam peraturan KPU. Namun ia langsung percaya diri lantaran antusiasme masyarakat yang demikian besar.

a�?Saya tidak menyangka masyarakat mau dengan ihlas memberikan dukungannya. Begitu saya menyampaikan keinginan, masyarakat pun A�dengan suka rela memberikan KTP mereka,a�? terang dia.

Demikian juga dengan relawan-relawan muda yang bekerja siang malam untuk mendukungnya. Hingga kemarin, jumlah KTP yang disyaratkan KPU berhasil di kumpulkan para relawan sudah mencukupi. a�?Yang sudah kami jilid dan akan kami antar besok sekitar tigapuluh ribu lebih. Sisanya masih dalam penjilidan. Kami susul lagi hingga batas waktu terakhir,a�? jelasnya.

Muhtar menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Bima yang telah memberikan dukungannya. Dan semua itu tidak akan disia-siakannya. Apa yang menjadi harapan masyarakat akan diperjuangkan. Terutama para petani dan nelayan yang selama ini selalu terpinggirkan.

a�?Saya ini masyarakat kecil. Lahir dari keluarga petani. Bergaul dengan kalangan menengah ke bawah. Saya tahu persis apa yang diinginkan mereka. Terutama petani dan nelayan,a�? tandasnya.

Kata dia, persoalan petani dan nelayan adalah persoalan klasik yang mestinya sudah bisa tertangani. Selama ini persoalan tersebut menjadi sulit karena tidak ada keberpihakan pemimpin. a�?Kalau pemimpin itu benar-benar memikirkan petani dan nelayan, dari dulu masyarakat kita ini sudah sejahtera,a�? tandasnya.

Contohnya, ketika petani membutuhkan pupuk maka pupuk harus tersedia. Pemerintah kata dia tidak bioleh apatis. Pemerintah harus proaktif menghadirkan pupuk sesuai waktu dan jumlah yang dibutuhkan. Selama ini, dalam pandangan dia pupuk justru mejadi potensi konflik. Para suplayer dan pedagang dibiarkan mempermainkan harga. Petanipun menjadi korban.

Demikian juga nelayan yang kerap dihadapkan pada pengolahan hasil tangkap. Kata dia beberapa yang dibutuhkan nelayan tidak tersedia dalam jumlah yang cukup. Seperti es batu misalnya, kerap nelayan kesulitan mendapatkannya. Akibatnya hasil tangkapan membusuk. Demikian juga dengan alat tangkap yang masih tradisional. a�?Pemerintah mestinya harus mampu mendorong daya saing nelayan dengan modernisasi alat tangkap,a�? tandasnya.

Dan yang tidak kalah penting adalah pada sektor tenaga kerja. Untuk mencari nafkah ke luar negeri warga Kabupaten Bima harus mengeluarkan biaya yang tidak kecil. a�?Buat paspor saja harus ke Sumbawa. Kenapa tidak dipikirkan untuk menghadirkan kantor imigrasi di Bima,a�? tandasnya.

Mukhtar mengaku pernah mendengar upaya pemerintah Kota Bima untuk menghadirkan kantor imigrasi tersebut. a�?Mestinya pemerintah kabupaten bersuara yang sama dong. Karena sebagian besar TKI yang memanfaatkan jasa imigrasi adalah warga kabupaten,a�? jelasnya.

Ia menegaskan, persoalan-persoalan seperti itu akan menjadi perhatian utamanya. a�?Saya tidak ingin apa-apa. Semata-mata membantu masyarakat. Kalau dari segi finansial apa yang saya dapat sebagai pengusaha di Malaysia sekarang ini jauh di atas apa yang didapat seorang Bupati Bima,a�? pungkasnya.(nk/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *