Ketik disini

Headline Tanjung

Warung Makan Harus Tutup

Bagikan

* Juga Razia Miras, Petasan, dan Balap Liar

TANJUNG – Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Pemkab Lombok Utara pun menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan menyambut suci ini pertengahan Juni mendatang.

Hasil rakor, ada beberapa kesepakatan antara lain antisipasi peredaran minuman keras (miras), kembang api, judi, gelandangan dan pengemis (gepeng), balap liar, dan pengaturan jam buka warung makan.

Nantinya, pemkab akan mengirimkan surat edaran kepada camat dan pihak desa untuk mengkoordinir beberapa warung makan di wilayahnya agar tidak berjualan pada siang hari.

”Surat edaran itu nanti mengatur jam berapa warung makan boleh mulai buka,” ujar Asisten I Setda Lombok Utara Kholidi Kholil kemarin.

Ditambahkan, rakor yang dihadiri Satpol PP, Polres Persiapan Lombok Utara dan beberapa instansi SKPD tersebut juga telah berkomitmen menciptakan suasana yang kondusif selama bulan puasa. Tentunya dengan mempertimbangkan umat beragama lain.

Lebih lanjut, Kholidi mengatakan pihaknya akan mulai melakukan razia miras, petasan, dan balap liar seminggu sebelum puasa. ”Kita koordinasi dengan Satpol PP dan Polisi,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya sudah memetakan beberapa lokasi penjual miras, petasan dan lokasi balap liar. Untuk miras dan petasan di setiap kecamatan terdapat penjualnya. Sedangkan untuk balap liar lokasi yang kerap dipilih adalah Malimbu dan Bayan.

Terpisah, Kasat Pol PP Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi mengungkapkan, pihaknya sudah mengantongi surat edaran dari Kapolri terkait peredaran dan penjualan petasan yang diperbolehkan.

”Ada empat merk yang diperbolehkan yakni Happy Face, Golden Eye, Golden Eagle, dan Hercules. Diluar itu kita akan sita jika masih ditemukan dijual,” tandasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up