Ketik disini

Headline Sumbawa

Anak Tebas Ayah Kandung

Bagikan

*Korban Kerap Menganiaya Ibu dan Adiknya

SUMBAWA – Tidak tahan melihat ibu dan adiknya dianiaya oleh ayahnya, akhirnya Zk (16) khilaf menebas ayahnya sendiri, Mahirun alias Wan (37), warga Lingkungan Kebayan, Brang Biji. Bahkan menurut keterangan Zk kepada Radar Sumbawa di Mapolres, tindakan ini spontan diambil ketika ayahnya hendak memukul dirinya, setelah memukul ibu dan adiknya.

Kejadian ini, sempat membuat gempar warga lingkungan Kebayan, tempat di mana mereka tinggal, Rabu malam lalu. Warga setempat tidak menyangka cek cok antara ayah dan anak ini berujung dengan penebasan. Zk yang sempat mengamankan diri ke rumah keluarganya di Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes ini, diserahkan langsung ke Polres Sumbawa oleh keluarganya malam itu juga.

Ditemui di Polres Sumbawa kemarin, Zk menceritakan, penganiayaan ini berawal saat ayahnya, Wan, bersama salah seorang anaknya yang juga adik Zk, pulang dari memancing di wilayah Labuhan Sumbawa. Setelah memancing, Wan tidak langsung pulang ke rumah, melainkan minum minuman keras (miras) di rumah salah seorang rekannya terlebih dahulu di kawasan Labuhan.

Karena basah dan tidak tahan kedinginan, adik Zk yang masih duduk di bangku kelas VII salah satu SMP di Sumbawa ini akhirnya pulang sendiri ke rumah. ”Adik saya tidak tahan menunggu Abi (sebutan Zk kepada Wan, red) dan pulang sendiri ke rumah,” ujarnya kepada RADAR SUMBAWA.

Wan baru pulang ke rumah sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, Zk sedang di luar rumah. Sesampainya di rumah, ibu Zk, Rohana menegur Wan atas prilakunya itu. Karena tidak terima, Wan kemudian menendang dan memukul Rohana. Melihat hal ini, adik Zk kemudian menangis. Wan sempat mengejar adik Zk hingga keluar rumah. Di luar rumah, Wan bahkan sempat menginjak kepala adik Zk.

Tidak lama setelah kejadian, seorang teman Zk datang menghampirinya dan memberitahukan perihal percek-cokan orang tuanya. Langsung saja Zk kembali ke rumah untuk memastikan kejadian itu. Benar saja, dia melihat ibu dan adiknya tengah menangis. Langsung saja Zk menegur ayahnya yang saat itu berada di luar rumah.

Karena ditegur, Wan tidak terima. Zk dan Wan akhirnya terlibat cek-cok mulut. Bahkan Wan hendak memukul Zk, namun sempat dilerai tetangganya yang kebetulan melintas. Namun, Wan yang sudah mabuk, hendak memukul Zk. Saat hendak dipukul, Zk langsung mengambil parang yang diselipkan di dinding rumahnya. Langsung saja Zk menebaskan parang itu ke arah leher Wan. ”Itu spontan mas. Waktu saya mau dipukul, langsung saya ambil parang di dinding rumah,” terangnya.

Setelah Wan jatuh bersimbah darah, Zk langsung masuk ke dalam rumahnya. Kemudian ibunya menyuruhnya untuk pergi ke rumah salah seorang keluarganya. Karena dikhawatirkan dia menjadi sasaran amukan anggota keluarganya yang lain.

Akhirnya, Zk pergi ke rumah keluarganya di Desa Krato. Dia kemudian menceritakan perihal kejadian itu. Kepada anggota keluarganya yang lain. Akhirnya, dia diantar oleh sepupunya ke Polres Sumbawa malam itu juga.

Kasubag Humas Polres Sumbawa, Iptu. Waluyo membenarkan adanya kejadian itu. Istri korban, juga sudah resmi melaporkan kasus penganiayaan tersebut. Sementara, pelaku yang berstatus sebagai pelajar kelas X salah satu SMK di Sumbawa itu tengah diamankan. Saat ini, kasusnya tengah ditangani di bagian Reskrim Polres Sumbawa sesuai ketentuan yang berlaku. (run/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *