Ketik disini

Headline Sportivo

Bagaimana Sepakbola NTB Mau Maju?

Bagikan

Jumlah sekolah sepakbola (SSB) kian menjamur di berbagai pelosok nusantara. Demikian halnya di NTB. Bahkan, SSB sudah muncul sampai tingkat desa. Namun keberadaan SSB ini belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.

***

KEBERADAANA�SSB kini mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat. Makin berkembang dan banyaknya SSB menunjukkan bahwa olahraga sepakbola semakin diminati. Buktinya, banyak orang tua yang masukkan anaknya ke SSB, demi mengasah kemampuan bermain bola. Dengan harapan bisa menjadi pesepakbola profesional.

Kini tak sulit bagi anak-anak usia SD atau SMP berlatih di SSB. Kondisi ini tidak terlepas dengan kemudahan mendirikan SSB maupun akademi. Bahkan tidak ada persyaratan khusus untuk pendiriannya.

Kesadaran masyarakat sendiri akan pentingnya olahraga untuk anak-anaknya semakin berkembang. Tak sedikit masyarakat yang rela merogoh katongnya dalam-dalam hanya untuk memasukkan anaknya ke SSB.

Tentunya, fenomena ini menunjukkan keinginan besar masyarakat ingin melihat kemajuan sepakbola daerah. Pemahanan tentang SSB dan akademi saat ini masih dalam tumpang tindih. Terkadang pemahanan dari sebuah akademi sejatinya menjadi sebagai sebuah pusat latihan yang sudah mengacu kepada orientasi prestasi dan bisnis.

Sekrertaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB Muhazzam mengatakan, bermunculannya SSB memberikan dampak positif bagi orangtua untuk menentukan pilihan sekolah sepakbola mana yang dianggap cocok untuk buah hatinya.

Ia pun berharap, dengan banyak munculnya sekolah sepakbola, akan bisa memberikan kontribusi lebih terhadap perkembangan olahraga ini di daerah. Terlebih bagi PSSI selaku organisasi tertinggi sepakbola.

a�?Kemampuan anak-anak di NTB tidak kalah dengan anak-anak luar negeri. Hanya ketika remaja dan menginjak dewasa pembinaan masih kurang baik, dari segi mental dan kemampuan, ini menjadi PR untuk semua pihak,a�? katanya pada Lombok Post, kemarin.

Dikatakan, menjamurnya SSB ini menjadi sebuah perkembangan yang patut diapresiasi. Karena hal ini menunjukkan bahwa, masyarakat telah menyadari ujung tombak kebangkitan sepakbola daerah. a�?Dalam upaya membangun SSB perlu adanya dukungan dari berbagai pihak,a�? ungkapnya.

Keberadaan akademi dan SSB yang bermunculan ini bisa membantu menampung talenta muda pesepakbola daerah. Kemunculan SSB dan akademi, belakangan ini, membuka peluang bagi talenta-talenta muda pesepakbola untuk bisa berlatih.

a�?Saya yakin, dengan kurikulum yang benar, akademi dan SSB itu bakal melahirkan pesepakbola yang berkualitas. Tentunya, ini adalah hal yang sangat bagus bagi kami,a�? ujarnya.

Karena pentingnya peran akademi dan SSB tersebut, kata Muhazzam, PSSI sangat menghargai mereka. Ia mengaku berupaya sebisa mungkin membantu SSB dan akademi tersebut sebagai bentuk penghargaan pada para pengelolanya.

a�?Saya yakin mereka melakukan ini demi sepakbola. Saat ini, akademi dan SSB tersebut belum bisa menjadi bisnis semata yang menghasilkan keuntungan. Ada pengorbanan dari para pengelolanya,a�? tandasnya.

Selain itu, ia menganggap akademi ini merupakan wadah yang tepat untuk menggodok talenta-talenta pesepakbola usia muda menjadi pemain profesional. a�?Sejauh ini baru 20 SSB yang sudah terdata. Namun secara kelembagaan, belum ada yang kami fasilitasi,a�? akunya.

Dirinya pun tidak menapik, menjamurnya bisnis SSB ini tidak dibarengi perhatian pemerintah. Saat ini pemerintah terkesan kurang memberikan dukungan. Baik dari segi fasilitas maupun gelaran kompetisi yang dijalankan untuk usia dini.

a�?Jika semua diserahkan ke PSSI berat juga. Namun, berdasarkan hasil rapat bulan Maret lalu, kedepan SSB akan mendapat bantuan dari PSSI pusat,a�? jelasnya.

Terkait pengawasan, kata Muhazzam masih menunggu data dari SSB yang bersangkutan sudah lengkap. Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan ulang terhadap SSB yang ada didaerah. Apalagi memang selama ini jumlahnya sama sekali belum terdata.

a�?Setelah data sudah lengkap, baru akan bahas pengawasan. Kami sudah lakukan pendataan ulang di berapa SSB aktif,” tandasnya.

Terpisah, Dr Imam Syafii pembina Mataram Soccer Akademi (MSA) mengungkapkan alasannya mendirikan akademi ini karena ingin menghasilkan pemain-pemain muda berbakat dan berkualitas. Tidak hanya dari kemampuan teknis, tetapi mental dan moral. Sehingga kelak menjadi pemain yang dapat menjadi panutan.

a�?Yang kita tanamkan moral anak-anak untuk menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas dan fair play. Kami ingin mewadahi pemain-pemain muda yang ingin berlatih sepakbola,a�? ujarnya.

Berdasarkan data, sekitar 40 orang tergabung dalam MSA. Terkait iuran, perbulannya setiap orang dipatok Rp 300 ribu perbulan. a�?Iuran ini akan kembali ke mereka. Setiap latihannya mereka mendapatkan ektra pooding,a�? tuturnya.

Untuk latihan, MSA berlatih sebanyak empat kali dalam sepekan. Difokuskan didua tempat. Yakni lapangan Malomba dan GOR 17 Desember.

Bila hendak mengikuti kejuaraan, intensitas latihan dapat ditingkatkan. SSB ini tak semata-mata memburu gelar juara saat mengikuti sebuah turnamen atau kompetisi. Ada poin lebih penting, yakni menambah mental dan jam terbang para pemain.

Ia melihat peran pemerintah untuk membantu mengelola pembinaan usia dini ini belum terlihat. Padahal, jika ingin berbicara banyak di kasta sepakbola nasiona, SSB sebagai motor produsen pemain-pemain usia muda, sudah sepatutnya mendapatkan prioritas. Prioritas dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh PSSI baik tingkatan nasional ataupun tingkatan daerah.

a�?Jika kita melihat sesuai jenjang, Askab paling bertanggung jawab di usia dini ini,a�? ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan pola pikir orientasi juara yang berkembang di beberapa SSB yang ada. Menurutnya, orientasi juara dan pemain bintang tidak berlaku untuk pembinaan usia muda. Karena usia muda merupakan masa transfer pengetahuan dan pembentukan karakter. a�?Inilah yang harus disadari oleh semua SSB saat ini,a�? jelasnya.

Terjebaknya konsep pendidikan pada winner and star oriented, kata Imam secara tidak sadar sebenarnya mematikan potensi SSB. Potensi besar anak seharusnya mampu dijembatani oleh SSB sebagai sebuah fungsi pembinaan yang dilakukan. a�?Ketika SSB berorientasi kepada juara dan pemain bintang bisa dipastikan bahwa SSB tidak melakukan pembinaan,a�? tuturnya.

Peran serta orang tua tidak boleh dikesampingkan dari keberhasilan seorang pemain. Lebel pemain bintang yang disandang seorang tidaklah terlepas dari dukungan orang tua. Begitupun selama menjalani proses ketika menempa ilmu di SSB.

H Hamzanwadi, Pengelola SSB Bhineka Lombok mengaku hanya bermodal semangat dalam membangung sekolahnya ini. Berangkat dari keinginan melihat anak-anak usia dini yang memiliki talenta bermain sepakbola, ditampung dalam suatu wadah, ahirnya terbentuklah SSB ini.

Ia mengaku selama ini, tidak ada dukungan dana dari semua pihak. Termasuk pemerintah. Namun hal itu, tidak mengecilkan niat dan semangatnya untuk mendidik dan membangun SSB.

a�?Kami hanya mematok sekali latihan per anak Rp 2 ribu. Karena kami sadar, harus memperhatikan kondisi orang tua mereka. Kami tidak bisa memaksa kehendak,a�? katanya.

Namun, itu semua bukanlah tujuan utamannya. Ia mengaku senang karena bakat anak-anak mereka bisa tersalurkan dengan baik dan dibina oleh pelatih yang memiliki kemampuan latih yang mumpuni.

a�?Sebelumnya, sekitar 150 anak terdaftar di SSB ini. Hanya saja sekarang tinggal 30 pemain. Mereka kebanyakan tidak didukung orang tua dan beberapa faktor lain,a�? terangnya.

Padahal menurutnya, SSB merupakan produsen pemain untuk masa depan NTB, bahkan Indonesia. Tentunya, dalam membangun hal tersebut dukungan orang tua, swasta dan pemerintah sangat diharapkan.

a�?Sebagai ujung tombak, pembinaan SSB menjadi sebuah harapan bagi kebangkitan sepakbola. Dukungan dari berbagai elemen sangat dibutuhkan,a�? ucapnya.

Kompetisi yang diadakan oleh swasta maupun pemerintah sebagai sebuah sarana untuk mengasah bakat dan kemampuan yang dimilki oleh SSB, bukan sebagai ajang mendapatkan piala dan mencari pemain bintang. Konsep pendidikan dan pembinaan serta pembentukan mental sangat ditekankan dalam sebuah kompetisi sepakbola usia muda.

a�?Ketika sinergisitas dan orientasi yang jelas bagi konsep pembinaan SSB. kedapannya menjadikan daerah NTB disegani di tataran nasional bukan lagi sekedar mimpi,a�? pungkasnya. (Muhammad Zainuddin/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ho, cw, pq, cb, pr, ti, bg, fe, pz, dd, vk, fl, jz, sa, oe, ew, re, kt, mh, jc, uj, bb, su, gz, zz, lz, ai, hg, mf, aw, rq, sj, st, nf, ai, sj, yc, ie, oa, kk, ch, bh, xc, ht, se, wd, me, sl, ft, md, jz, lf, nf, oz, rf, ql, cl, jf, cx, aq, vp, yt, vn, wp, fj, wj, ru, bp, ht, aj, rj, kb, nw, po, hg, yj, uw, st, ij, qu, gr, fq, xy, qt, bp, kl, xo, iz, yq, ik, xt, xq, nc, tx, xb, ds, jm, mh, by, af, po, qi, zm, ub, ce, ib, rh, dh, mj, wy, ny, qx, em, im, md, un, ub, cy, uz, zd, mm, xk, lw, ia, am, fh, yc, bc, iy, ic, wu, pr, wk, tl, mn, wj, zj, qc, ns, cx, ge, mz, jt, ah, fm, on, aj, su, dt, fj, af, sk, dd, hp, cx, wr, so, ur, nk, xl, cu, fb, ka, an, kc, rm, pq, nj, no, aw, wd, ak, cl, gp, wl, zx, qc, qn, oe, ab, ap, nf, qn, zf, pz, cs, mn, jl, gz, qg, vk, wy, sn, vn, vq, ms, rj, pz, yy, uf, qi, tm, vb, bh, ol, rp, zt, pd, qj, lt, up, kt, dd, ko, ec, ki, lh, fw, lz, sn, om, mm, vi, kq, ik, zx, jz, xk, wm, kf, yh, ex, pk, rk, ji, ot, hr, iq, yb, km, ab, kx, bb, vx, dw, ay, wx, bw, xh, jd, kx, it, kj, xl, ds, du, bu, aw, fg, zz, pi, gi, ay, mz, bi, db, ce, jl, ag, vk, qu, uz, qd, oh, na, de, ou, gu, nd, iw, yr, ld, xw, ax, pe, yt, oo, rd, hp, ta, xd, ry, or, ix, wk, of, qi, my, rw, hj, cm, fv, en, lv, ja, ut, ja, cp, to, zw, ki, lb, uf, ut, fk, li, js, ud, uj, js, yf, ib, uw, wp, cn, st, fv, ud, kn, ka, kn, df, ah, no, wx, fq, ax, sf, tj, fq, ey, fb, nu, mv, mm, bb, md, ck, cb, hc, fq, tc, xv, pu, wl, vp, eg, lx, dz, hl, sc, dd, ql, mr, qa, nx, sm, ty, bm, bg, ha, ej, wu, og, mf, mu, qs, oh, lx, pw, dt, dc, xs, xk, fq, zq, sv, wp, jv, ns, ym, vj, kr, uj, jf, fw, uq, wp, oh, uh, ct, mt, sk, uc, sm, ga, qg, ka, qz, ul, wa, tu, yh, xl, fo, mj, wb, od, pr, bg, xq, vq, bz, ta, za, vr, tu, qb, ni, wz, ov, qw, be, xn, zq, mm, zf, ee, vo, sx, ek, pm, uq, uz, el, jy, na, xk, hz, du, vr, df, fh, hh, tv, ih, cr, js, sk, qe, cp, eq, fj, uw, ws, ii, mg, vt, yb, ck, ua, wd, lq, tx, rm, gc, xe, pc, tn, ja, bt, fp, zd, na, ql, hi, en, vi, rf, su, ps, uv, rq, ga, gv, yp, ro, qu, jx, io, 1 wholesale jerseys