Ketik disini

Headline Metropolis

Bukan Tangan Sakti, Tapi Teman

Bagikan

MATARAM – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram Sudenom membantah ada a�?tangan saktia�? dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). a�?Teman itu bukan tangan sakti,a�? kata pada Lombok Post, Kamis (11/6).

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Zainal Arifin dalam keterangan pers di Media Center menyebut ada a�?tangan saktia�? dalam PPDB. Sehingga membuat rusak sistem yang sudah dipersiapkan.

Ia menjelaskan, tidak ada istilah tangan sakti dalam PPDB. Yang ada hanya penerimaan siswa melalui jalur Bina Lingkungan (BL), tidak ada siswa titipan. Sistem BL tidak bisa dihindari, sebab sudah menjadi kebijakan Pemkot Mataram. Ketentuan ini berlaku di Mataram untuk semua sekolah.

a�?Ini BL, bukan tangan sakti. Saya juga tidak mengerti maksudnya,a�? ujar Sudenom.

Menurutnya, sebagai orang timur, tentu selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pertemanan. Ketika ada orang miskin yang tidak mampu, namun ia ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah terdekat. Maka mereka berhak masuk di sana.

a�?Walapun amaq kangkung misalnya, tapi tidak mampu dan dia mau sekolahkan anaknya di tempat yang dekat. Masuklah dia lewat BL,a�? terang pria asal Lombok Tengah ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, BL kini diserahkan ke masing-masing sekolah. Tujuannya agar mereka bisa menilai langsung mana anak yang masuk kriteria dan tidak. Jika ada masalah, mereka bisa cek langsung.

a�?Bukan kita tidak mau repot, tapi biar kita sama-sama mengatasinya,a�? papar mantan pejabat dinas kesehatan ini.

Untuk meminimalisir masalah PPDB, pihaknya akan mengatur jarak PPDB online dengan jalur BL. Sebab jadwal penerimaan via online yang terlalu mepet dengan BL membuat orang tua khawatir.

Mereka orang tua takut anaknya tidak masuk sekolah sehingga minta tolong agar anaknya dimasukkan. Bina lingkungan baru bisa dilakukan apabila pendaftaran online sudah tuntas semuanya, sehingga jelas. Selain itu, salah satu syarat bisa masuk BL adalah dia harus sudah pernah mendaftar lewat online.

a�?Tahun ini saya ingin swasta juga ikut menerima dengan sistem online. Kita kasi hak yang sama. Saya tidak akan membedakan, silahkan terima secara online,a�? tegasnya.

Meskipun diberikan hak sama, namun sekolah swasta tetap was-was tidak kebagian peserta didik baru. a�?Setiap tahun peminat di sekolah swasta selalu menurun. Apalagi dengan adanya program Bina Lingkungan,a�? terang Sukertiasih, kepala SMA Saraswati.

Menurutnya, program BL menjadi salah satu faktor penyebab minimnya peserta didik baru di sekolah swasta. Para pendafatr yang tidak lolos di sekolah negeri akan berbondong-bondong memanfaatkan jalur BL ini. Sekolah negeri pun seolah memaksa diri menerima peserta didik lewat jalur BL meski kapasitasnya sudah a�?overa��.

a�?Oleh karena itu kami berharap jalur BL ini juga melalui seleksi. Tidak asal tampung semaunya. Karena program BL ini juga rentan disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,a�? terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram H Sudenom menegaskan agar sekolah swasta yang ada di Kota Mataram juga bisa meningkatkan kualitasnya. Karena, dengan meningkatnya kulitas sekolah swasta. Menurutnya dengan sendirinya peserta didik baru akan tertarik untuk sekolah di sana.

a�?Kalau kualitas dan pelayanannya sudah baik, saya rasa kepercayaan masyarakat akan terbangun untuk menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah swasta tersebut,a�? terangnya.

a�?Ini jangan maunya calon peserta didik datang ke sana sementara sekolah itu tidak mau meningkatkan kualitasnya,a�? imbuhnya.

Sudenom meyakini, sekolah swasta tidak akan kalah menariknya daripada sekolah negeri jika kualitas sekolah tersebut memang baik. Hal itu menurutnya telah dibuktikan oleh beberapa sekolah swasta yang ada di Mataram.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada sekolah swasta, nantinya Dinas Dikpora Mataram juga memberikan kesempatan kepada sekolah swasta untuk menerima pserta didik baru melalui jalur online. (ili/ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *