Ketik disini

Headline Praya

Harga Bawang Putih Lokal Anjlok

Bagikan

* Gara-Gara ada Bawang Impor

PRAYA – Krisis ekonomi menerpa petani bawang putih lokal menjelang Ramadan tahun ini. Mereka harus gigit jari lantaran harganya anjlok. Hal ini terjadi lantaran pasar di Lombok Tengah menerima kiriman bawang putih impor dari negeri tirai bambu.

a�?Kami sebagai pedagang tidak bisa berbuat banyak. Dari pada kami tidak punya stok, lebih baik menjual apa adanya,a�? kata salah satu pedagang Pasar Renteng Hasyim, kemarin.

Pantauan Lombok Post, para pedagang menyiapkan bawang impor dari Tiongkok. Kendati demikian, mereka tetap menjual bawang putih lokal. Hanya saja berbeda harga. Untuk bawang impor dihargai Rp 17-18 ribu perkilo. Sedang, bawang lokal lebih mahal antara Rp 25-27 ribu perkilo.

Menurut Hasyim, kondisi ini membuat pembeli lebih memilih bawang impor lantaran harganya terjangkau.a�?Beda bawang impor dengan lokal. Impor dagingnya besar, tapi baunya tidak begitu menyengat. Sementara lokal, kecil tapi menyengat,a�? ungkapnya.

Beberapa hari menjelang Ramadan, ungkap Hasyim bawang putih biasanya diserbu masyarakat. Karena digunakan untuk pembuatan kue atau hidangan lain. Dari pengalaman sebelumnya, stok bawang putih tetap aman. Apalagi, adanya bawang impor.

a�?Harga normalnya bawang putih lokal itu Rp 20 ribu perkilo. Sekarang naik menjadi Rp 25-27 ribu per kilo. Saya memperkirakan beberapa hari kedepannya bisa saja naik,a�? bebernya.

Dikatakannya, stok bawang lokal diperoleh dari hasil bumi para petani di Sembalun Lombok Timur, sebagian di Loteng. Terbesar, didatangkan dari Bima dan Dompu. a�?Bawang merah juga ikut naik, dari normalnya Rp 15 ribu perkilo menjadi Rp 25 ribu perkilo,a�? kata Hasyim.

Tidak hanya Hasyim, pedagang lainnya Sahnim yang mengambil stok dari pasar Mandalika Mataram juga mengaku bingung dengan kondisi ini. a�?Kalau saya ambil untung antara Rp 1.000-2.000 per kilonya saja,a�? ujarnya.

Meski begitu, Sahnim tetap membedakan bakul bawang lokal dan bawang impor. Karena menyangkut urusan harga dan stok. a�?Menjadi wajar kami menerima bawang impor. Karena memang, stoknya bawang lokal kurang,a�? katanya.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindusterian dan Perdagangan (Diskoperindag) Loteng H Amir Husen justru cuek. Dia mengaku sibuk menyelesaikan pertemuan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. a�?Saya lagi di Kejari,a�? ujarnya yang dihubungi melalui saluran telepon.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *