Ketik disini

Headline PELESIR

Keindahan Obyek Wisata Selatan Jadi Perhatian

Bagikan

* Dari Kunjungan Pemerintah Bangkayan Kalbar

Setiap kunjungan daerah lain ke Lombok Tengah, ujung-ujungnya kagum dengan keindahan wisata diwilayah selatan.

KUNJUNGAN terakhir yang diterima Pemkab Loteng adalah Pemkab Bangkayan Kalimantan Barat (Kalbar). Kehadiran mereka dipimpin langsung Wakil Bupati Bangkayan Agustinus Naon dan sejumlah pejabat lainnya.

Setelah melakukan pertemuan singkat, mereka berbondong-bondong menikmati keindahan alam wilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna. Kedatangan mereka ini untuk belajar kepada Pemkab Loteng karena sukses menjaga keperawanan destinasi wisatanya.

Khususnya lagi, mampu menarik perhatian pusat, sehingga salah satu obyak wisatanya yaitu kawasan Mandalika Resort ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Kebijakan itu, menurut mereka menguntungkan daerah. Karena, urusan investasi dan pengembangan pariwisata menjadi tanggung jawab pusat melalui Kementerian BUMN.

Jangka pendek dan menengahnya, bisa menarik sejumlah investor. Jangka panjangnya, mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta pendapatan asli daerah (PAD).

“Beberapa kebijakan strategis ini yang ingin kami pelajari di Loteng,” ujar Wakil Bupati Bangkayan Agustinus Naon.

Beberapa jam berada di destinasi wisata selatan Loteng, ia bersama rombongan mengaku kagum. Apalagi, melihat butiran pasir putih dan ombak laut yang tenang. Cerita serta pemberitaan media selama ini tentang eksotiknya obyek wisata selatan Loteng ternyata benar adanya.

Keindahannya bisa mengalahkan Bali atau obyek wisata di tempat lain. Ditambah lagi, ada desa adat dan budaya, kerajinan tenun yang mengingat hati dan sebagainya. “Semoga, apa yang kita pelajari menyangkut pengembangan pariwisata di Loteng ini, bisa kita terapkan di daerah kita tercinta,” sambung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkayan Made Putranegara.

Sebagai pria keturunan Bali, Putranegara mengaku tidak menafikkan keindahan obyek wisata di Lombok. Khususnya, Loteng. Penataan, pengembangan, pengelolaan hingga menciptakan kebijakan strategis patut diancungi jempol.

Menjadi wajar, beberapa pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang berkunjung ke Loteng memanfaatkan waktu melihat langsung keindahan obyek ini. “Kami jauh-jauh datang ke Loteng ini, memang tujuan utamanya adalah belajar soal memajukan pariwisata. Yang lain-lain mengikuti saja,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Sekda HL Supardan mengaku tersanjung. Setiap kesempatan kunjungan pemerintah kabupaten/kota ini, dia menyisipkan mempromosikan berbagai obyek wisata mulai dari wilayah utara, tengah dan selatan. Karena, tiga zona itu memiliki kelebihan masing-masing.

Tidak kalah dengan selatan, bebernya di utara terdapat wisata alam yang indah dan asri. “Semoga, ada oleh-oleh yang bisa diceritakan di Bangkayan. Mari datang berwisata ke daerah kami,” kata Supardan.

Di wilayah tengah, tambahnya terdapat desa kerajinan tenun khas Loteng Desa Sukarara, anyaman pandan dan pusat bisnis serta pemerintahan. Nilai-nilai sakral tradisional tetap dipertahankan, sebagai implementasi perjalanan historis masa lalu.(*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *