Ketik disini

Metropolis

Kontes Batu Akik Dibanjiri Pengunjung

Bagikan

MATARAM – Demam batu akik belum mati. Setelah pameran digelar di banyak tempat, kini giliran kontes batu akik yang digelar. Kontes ini dimulai sejak 7 Juni dan akan berakhir 13 Juni besok, di lapangan Rembige, Mataram.

a�?Sudah berlangsung dari 7 Juni lalu mas. Selain jual batu akik di sini, saya juga ikut kontes,a�? ujar Hanafi salah seorang penjual batu akik.

Kontes ini tak hanya diikuti perajin batu akik Pulau Lombok. Tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini didukung oleh Danlanud TNI AU Rembige.

Untuk pndafataran lomba, para pendaftar dikenai biaya sebesar Rp 100.000. Nantinya, para peserta akan menunjukkan batu akik yang didaftarkan dan akan dinilai dewan juri serta dilihat para pengunjung. a�?Kalau saya, daftarin cuma satu batu mas. Ini batu akik yang menurut saya terbaik,a�?jelas Hanafi sambil menunjukkan batu akiknya.

Batu akik diperlihatkan Hanafi terlihat seperti ular yang terkurung dalam batu. Ketika disinari dengan cahaya senter, gambaran ular tersebut terlihat semakin jelas. Ia berharap batu akiknya dapat menyita perhatian banyak orang. Termasuk dewan juri.

Dalam pameran terebut, seperti biasa para perajin dan pengusaha batu akik juga menjual batu jualannya. Peminatnya pun sangat banyak dan beragam. Mulai dari ibu-ibu, pelajar hingga pejabat kantoran.

Di tempat terpisah, beberapa pedagang batu akik sudah mulai menjamur di beberapa ruas trotoar jalan raya. Misalnya saja di trotoar jalan Mayura, jalan Udayana hingga beberapa ruas trotoar jalan lainnya.

a�?Di sini pengunjungnya lumayan ramai mas,a�? terang salah seorang pedagang di Mayura beberapa waktu lalu kepada Lombok Post.

Sementara Kepala Diskoperindag Kota Mataram, Wartan menyikapi positif fenomena batu akik ini. hanya saja, Wartan mengaku belum bisa membuat pasar khusus batu akik. Pasalnya, untuk pasar umum saja masih banyak beberapa persoalan yang dihadapi.

Ia mengungkapkan bisa memfasilitasi para perajin batu akik dengan menitipkan mereka di pasar umum terdekat. a�?Untuk membuat pasar batu akik masih belum bisa kami lakukan. Kami hanya bisa memfasilitasi mereka berkoordinasi dengan camat untuk menyediakan mereka ruang di pasar-pasar umum,a�? terangnya.

Oleh karena itu, ia meminta para perajin batu akik untuk tidak sembarangan berjualan di trotoar atau di pinggir jalan raya. Agar hal terebut tidak mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan berkendara.

a�?Kalau jualan batu akik di trotoar, ya jelas itu melanggar aturan. Jadi akan kami tindak. Kami telah siapkan ruang di pasar,a�? pungkasnya. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys