Ketik disini

Giri Menang

Pinjaman Ngadat, Proyek Miliaran Dipending

Bagikan

GIRI MENANG – Rencana pembangunan pasar dan pembenahan destinasi wisata terpaksa tertunda. Dana pinjaman yang diharapkan untuk membiayai proyek tak kunjung cair.

Selain itu, besaran dana pinjaman dari Bank Pembangunan Bali itu dikurangi. Sehingga, rencana pembangunan pasar dan destinasi wisata dengan anggaran sekitar Rp 50 miliar tak jadi.

Awalnya, Pemkab Lobar mengajukan peminjaman sebesar Rp 100 miliar. Di tengah jalan peminjaman dikurangi dengan alasan pengerjaan proyek tak selesai jika dipaksakan tahun ini.

a�?Awalnya dana pinjaman itu untuk Dinas Pariwisata, PU, dan Perindag. Tapi, dengan dana pinjaman Rp 50 miliar, sebagian proyek dipending,a�? kata Asisten III Setda Lobar HM Taufiq, kemarinA�(11/6).

Dana pinjaman Rp 50 miliar itu hanya diperuntukkan Dinas PU. Nantinya, dana itu dihabiskan untuk pembangunan jalan. Menurut Taufiq, untuk proyek pengembangan destinasi wisata seperti di Lingsar dan Narmada terpaksa diagendakan tahun depan. Begitu pula dengan pembangunan pasar dibeberapa tempat.

a�?Tidak mungkin pembangunan selesai dalam waktu dibawah enam bulan. Makanya kami ambil opsi penundaan,a�? jelasnya.

Hingga saat ini dana pinjaman itu belum cair. Ia mengaku, pencairan itu masih menunggu penandatanganan kerja sama antara Bank Pembangunan Daerah Bali dengan Pemkab Lobar. Sementara, kewenangan untuk penandatanganan ini sedang menunggu keluarnya SK Plt Bupati. a�?Bupati atau Plt Bupati yang berwenang menandatangani,a�? ungkapnya.

Rencananya, penggunaan dana pinjaman daerah itu dialokasikan kepada Dinas PU sebesar Rp 50 miliar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rp 35 miliar, dan Dinas Pariwisata Rp 15 miliar. Khusus Dinas PU, anggaran digunakan untuk membangun jalan sekitar 40 kilometer dan Dinas perindag dengan dana Rp 35 miliar untuk membangun lima pasar sekaligus. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *