Ketik disini

Headline Kriminal

Polisi Sita Ribuan Liter Solar Ilegal

Bagikan

MATARAM – Polisi kembali menyita ribuan Liter BBM jenis solar yang akan di jual kepada kapal kapal Pinisi, 30 mei lalu. Dua tersangka, yakni IS sebagai pemilik solar itu sendiri dan supirnya SR di gelandang ke Mapolda NTB bersama 1,1 ton solar dan mobil pick up.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Jon Wesley Irianto mengatakan, modus operandi yang di lakukan oleh kedua tersangka berhasil terendus oleh pihaknya. Ia kemudian memerintahkan anggotanya untuk terus mengintai mobil pick up yang digunakan untuk mengangkut solar tersebut.

“Kita ikuti dia dari membeli solar di SPBU, dan membeli banyak sekali, kita kan curiga sebanyak itu untuk kepentingan apa,” terkanya.

Polisi pun kembali mengikuti mobil pick up yang mengakut ratusan liter solar terebut hingga menuju sebuah gudang yang terletak di Pringgabaya, Lombok Timur. Namun, polisi tidak mau gegabah dalam melakukan penangkapan. “Jadi modusnya itu dia beli di SPBU, baru ditimbun di Gudang dulu,” ungkapnya.

Kemudian pada hari berikutnya, polisi kembali mengintai gudang tersebut dan mendapati mobil pick up yang sama kembali mengangkut ratusan liter solar dengan ditutupi terpal. Dengan sabar polisi itu pun kembali mengikuti mobil tersebut. Hingga disadari mobil itu menuju ke arah pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Menyadari dugaannya terbukti, polisi pun langsung mencegat mobil tersebut dan langsung menggeledah bagian bak belakang mobil. Tidak mau membuang waktu lama, polisi pun langsung menginterogasi sang supir di tempat.

“Jadi solar itu mau di isi ke kapal pinisi Floressia jumlahnya 660 liter tujuan Pelabuhan Bajo dan Pulau Komodo,” ujar Jon.

Tidak sampai disitu, kepada polisi supir tersebut mengaku hanya sebagai suruhan sesorang berinisial IS. Ia mengatakan solar yang ia angkut serta gudang penyoimpanannya adalah milik IS.

Polisi pun langsung bergerak menuju kediaman IS yang ternyataa berada tidak jauh dari gudang. Tidak lama kemudian IS pun diangkut bersama 500 liter solar yang masih tersimpan di gudangnya. “Kita temukan lagi di gudangnya 500 liter, jadi totalnya satu ton lebih,” ucap Jon.

Dan setelah di lakukan pemerikasaan, lanjut Jon, ternyata IS memang sering menimbun BBM. Ia mengatakan, informasi tersebut tidak hanya diperoleh dari hasil interopgasi saja melainkan penyelidikkan di lapangan.

“Kepada dua tersangka sekarang kita lakukan proses penyidikkan pada IS dan SR,” tandasnya. (cr-van/cr-mas/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *