Ketik disini

Pendidikan

Sabar Tiga Tahun, Akhirnya Bisa Terbang ke New Zealand

Bagikan

* Muzafir, Kasek Berprestasi Nasional dari Lombok Barat

Prestasi Muzafir sebagai kepala sekolah berprestasi tak diragukan lagi. Sebelumnya, ia absen tiga tahun tak bisa mengikuti lomba karena aturan. Kini, ia melaju bisa ketingkat nasional dan masuk 10 besar. Bahkan sampai mengantarkannya terbang ke New Zealand.

***

RASA bahagia tak bisa disembunyikan oleh Kepala SMPN 1 Kediri Lobar H Muzafir. Maklum ia baru saja mendapat surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud) terkait keikutsertaannya ke New Zealand atas prestasinya di tingkat nasional.

Mantan kasek SMPN 1 Kuripan  masuk 10 besar  kasek berprestasi tingkat nasional. Bonusnya, bersama sembilan kasek lainnya se- Indonesia terbang ke New Zealand untuk studi banding.

Muzafir menceritakan, mengikuti lomba kasek berprestasi sudah ditunggu tiga tahun. Ia tercatat sebagai kasek yang meraih juara tingkat Lobar 2011 silam. Dari aturan juara di tingkat kabupaten, tidak boleh ikut selama tiga tahun. Itu membuatnya harus menunggu tiga tahun untuk mengikuti kembali lomba kasek berprestasi.

‘’Kasek yang juara tingkat Lobar harus nunggu tiga tahun untuk bisa kembali ikut,’’ kata pria asal Kediri Lobar ini.

Pada tahun 2011 lalu, setelah Zafir sapaan akrabnya mengikuiti lomba kasek berprestasi Lobar, ia melaju ke provinsi. Sampai ditingkat provinsi ia harus puas diurutan kedua, kalah dari wakil Mataram.

‘’Waktu itu juara pertama Lalu Marwan kasek SMPN 1 Mataram,’’ kenang pria yang juga pernah menjadi kepala SMPN 1 Gerung ini.

Setelah menunggu tiga tahun, akhirnya ia kembali ikut kasek berprestasi pada 2015. Tidak sekadar menjadi jawara kabupaten, bahkan sampai di provinsi.  Bahkan ia berhasil melaju ke nasional dan mendapat penghargaan dari Kemendikbud.

Dikatakan, lomba kasek berprestasi tingkat nasional kali pertama diwakili kasek dari Lobar ditingkat SMP. Sejak lomba ini berjalan 20 tahun, baru tahun ini Lobar ada perwakilan dari tingkat SMP. Apalagi sampai ia masuk dalam 10 besar dan mendapat bonus studi banding ke New Zealand.

Keberhasilan Zafir ke tingkat nasional tak lepas dari keuletannya menulis. Pria yang juga menjadi dosen IKIP Mataram ini selain ikut lomba, ia juga sering mengikuti lomba karya ilmiah. Lomba kasek berprestasi ini dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang disusun dalam bentuk makalah. Makalah yang dibuat dengan tema ‘’Meminimalisir Kemangkiran Guru di Kelas Melalui CCTV Manual’’.

Makalah ini dibuat berdasarkan fakta. Guru tidak masuk atau di luar bisa dilihat dengan mengisi data dengan cara dicentang. ‘’Kalau tidak mencentang berarti guru tak di sekolah atau tak mengajar,’’ bebernya.

Zafir meminta  Dikbud Lobar untuk tidak melakukan mutasi cepat. Mutasi kasek minimal sudah menjabat tiga tahun di sekolah tersebut. Dalam lomba kasek berprestasi ini juga akan menjadi acuan bagi kasek untuk penilaian. Belum ada hasil dari sekolah yang bisa dijadikan modal dalam membuat makalah. (Ali Rojai/Giri Menang/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *