Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Solar Diusulkan Tetap Disubsidi Rp 1.000

Bagikan

JAKARTA – Pemerintah memastikan tetap memberikan subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada 2016. Dalam usulannya ke Komisi VII DPR, subsidi itu sebesar Rp 1.000 dengan asumsi kuota antara 16,82 juta kiloliter (kl) sampai 17,22 juta kiloliter (kl).

Dari asumsi itu, subsidi yang harus disiapkan sedikitnya Rp 16,82 triliun. Usulan pemerintah untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 itu mendapat respon positif dari parlemen. Sebanyak lima dari delapan fraksi yang ada menyepakati adanya subsidi.

“Subsidi diputuskan Rp 1.000. Angka yang reliastis dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Ketua Komisi VII Kardaya Warnika sambil mengetok palu sidang. Lima fraksi itu diantaranya Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PPP, dan Fraksi Partai Hanura.

Sebenarnya, Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi PDI-Perjuangan memiliki pandangan lain. Gerindra misalnya, mengusulkan subsidi untuk solar mencapai Rp 1.200 per liter. Alasannya, harga minyak diasumsikan lebih tinggi daripada tahun ini yang masih di kisaran USD 50-60 per barel.

“Sedangkan Fraksi PDI-Perjuangan, setuju Rp 1.000 per liter dengan meminta opsi terbuka sampai Rp 1.500 per liter,” jelasnya.

Usulan itu akan dibahas lagi lebih mendalam. Apalagi, Fraksi Partai Nasdem, dan Fraksi PAN belum menyampaikan usulan. Namun, pemberian subsidi tidak terelakkan lagi.

Dari pertemuan itu, berarti sudah ada dua asumsi makro energi. Selain subsidi solar, kesepakatan lainnya terkait dengan asumsi harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP). Yakni, di angkat USD 60-70 per barel sepanjang 2016.

Bahasan lain yang belum selasai adalah target lifting dalam RAPBN 2016 sebesar 830 ribu sampai 850 ribu barel per hari. Sidang harus ditunda karena Menteri ESDM Sudirman Said harus bertolak ke Solo untuk menghadiri pernikahan anak Presiden Jokowi
“Kami menggarisbawahi, persetujuan Komisi VII menjadi tonggak penting kalau subsidi yang sehat diberikan langsung ke rakyat. Sedangkan subsidi produk secara bertahap akan digeser,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah memang ingin mewujudkan subsidi langsung. Seperti untuk elpiji 3 kg yang akan diberikan melalui kartu. Sehingga, hanya warga berhak saja yang masih bisa membeli produk bersubsidi. Dirjen Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja menyebut secara bertahap subsidi akan dihilangkan. Itulah kenapa, saat ini pemberian subsidi solar tetap Rp 1.000.

“Melihat kondisi masyarakat saat ini, subsidi masih dibutuhkan. Rencana pemerintah, pelan-pelan subsidi akan dihilangkan. Jadi tidak akan ditambah (nominal subsidi),” jelasnya.

Kapan pastinya subsidi itu dihilangkan, Wirat tidak menyebut detilnya. Yang pasti, subsidi akan hilang saat ekonomi masyarakat mulai kuat. (dim/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *