Ketik disini

Metropolis

Top! PLN Tambah Daya 500 MW

Bagikan

*Sambut Ramadan, Siaga 24 Jam

MATARAM – PLN NTB memberi kabar gembira. Menyusul tingginya permintaan listrik di daerah ini, PLN NTB menyiapkan rencana penambahan daya hingga 500 megawatt dalam lima tahun ke depan. Jumlah itu diprediksi akan menjadikan daya listrik di daerah ini benar-benar andal dan terhindar dari padam bergilir.

“Prediksi kita, dalam lima tahun mendatang, pelayanan kita akan kian andal dengan penyiapan daya hingga 500 MW,” kata Kepala Divisi Distribusi Indonesia Timur PLN I Nyoman Astawa, di sela Apel Siaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Evaluasi Peralatan Kerja Kontraktor Listrik di NTB di Lapangan Karang Pule, kemarin (11/6).

Apel siaga digelar untuk menyambut Ramadan dan juga menyambut kesiapan kontraktor untuk penambahan daya hingga 500 MW. Apel siaga dibuka Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin dan dihadiri asosiasi kontraktor listrik di NTB.

Saat ini, rencana penambahan daya 500 MW itu sudah dimulai. Menurut GM PLN UIP XI Wilayah Nusa Tenggara Idian, pihaknya sedang dalam proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas di Kota Mataram dengan kapasitas 150 MW. Selanjutnya akan menyusul Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Lombok Timur, dan beberapa pembangkit besar di Pulau Sumbawa.

Dia mengatakan, saat ini tingkat pertumbuhan listrik di NTB memang tertinggi di Indonesia. Rata-rata nasional pertumbuhan listrik mencapai 11 persen setahun. Sementara di NTB, bisa mencapai 13 persen setahun. “Saat ini konstruksi memang belum kita mulai. Tapi sedang kita siapkan,” katanya.

Sejumlah kendala yang dihadapi, umumnya terkait pembebasan lahan. Namun, dengan kerja keras, PLN yakin, program penambahan daya 500 MW dalam lima tahun itu akan tercapai. Program ini pun terintegrasi dengan program pemerintah terkait percepatan 35 ribu MW.

Sementara itu, GM PLN Wilayah NTB Dwi Kusnanto menegaskan, menyambut Ramadan, pihaknya menyiagakan personil PLN selama 24 jam. PLN kata dia, siap memberikan pelayanan terbaik agar ibadah umat muslim di NTB tidak terganggu selama Ramadan akibat istrik padam.

Listrik NTB saat ini kata dia memang surplus. Di Lombok saja kata Dwi, beban puncak mencapai 193 MW. Sementara daya mampu dari pembangkit sudah lebih dari 200 MW.

Diperkirakan selama Ramadan akan ada lonjakan konsumsi listrik terutama pada beban puncak. Namun, hal itu masih bisa teratasi sehingga tak akan defisit. Andai ada pemadaman, kata dia, dipastikan itu bukan karena kekurangan daya. Namun, bisa jadi akibat gangguan jaringan.

Lagi pula, pada Juli ini, juga akan mulai operasi mesin sewa yang jelang lebaran Idul Fitri diperkirakan sudah ada tambahan 30 MW. “Daya 30 MW ini akan masuk bertahap. Pekan depan, direncanakan sudah masuk 8,5 MW. Jadi sudah sangat andal daya kita,” tandas Dwi.

Sementara itu, Wagub mengingatkan agar PLN benar-benar memberikan pelayanan maksimal pada Ramadan dan seterusnya. “Saya minta agar bersungguh-sungguh dan profesional dalam penyediaan tenaga listirik, pendistribusian listrik dan pelayanan seluruh kebutuhan masyarakat akan listrik,” tandas Wagub. (kus/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *