Ketik disini

Bima - Dompu

Warisi Bakat Orang Tua, Empat Tahun Wakili Kota Bima

Bagikan

*Khaerunnisa, Tenaga TU yang Juara MTQ

Sebagai seorang TU, prestasi yang ditorehkan Khaerunnisa mengagumkan. Secara berturut-turut menjuarai MTQ tingkat Kota Bima mulai tahun 2011 hingga 2014. Berikut penuturannya pada Radar Tambora.

***

BAKAT orang tuanya almarhum Husni H Aziz dan Nursiah sebagai qori dan qoriah menurun pada diri Khaerunnisa. Tidak heran, guru MAN 1 Kota Bima ini memiliki suara yang merdu.

Terutama saat melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an. Bakatnya sebagai qoriah mulai terlihat sejak Khaerunnisa duduk dibangku SD. Hanya saja putri bungsu dari empat bersaudara ini belum berhasil mendulang prestasi.

Seiring berjalannya waktu, dengan latihan yang terus dilakukannya. Khaerunnisa yang saat itu duduk di bangku SMA terpilih menjadi duta NTB mengikuti MTQ tingkat Nasional. Saat itu, Khaerunnisa berhasil meraih juara harapan satu.

Sejak itu, prestasi demi prestasi diraihnya. Dia pun dipercaya mewakili STAIM Bima pada MTQ antar mahasiswa tingkat nasional di Makassar. Khaerunnisa berhasil meraih juara satu.

Dengan sejumlah prestasi itu, wanita yang biasa disapa Nisa ini terus mengasah diri dan meningkatkan kemampuannya.

Kerja kerasnya itu membuahkan hasil. Selama empat tahun berturut-turut menjadi duta Kota Bima mengikuti MTQ tingkat Provinsi NTB. Itu dimulai tahun 2011 lalu, ketika Nisa berhasil meraih juara satu tingkat remaja.

Pada ajang yang sama tahun 2012 hingga 2014, gadis yang hobi membaca ini selalu menjadi juara satu. Dia pun selalu mewakili Kota Bima pada MTQ tingkat Provinsi NTB.

Selain meraih prestasi secara beruntun selama empat tahun, Nisa mendapatkan hadiah istimewah berupa umrah. Hadiah itu diberikan oleh pendiri Masjid Nurul Yasin, Kelurahan Melayu.

Hadiah itu diperolehnya, karena pada MTQ tingkat Kelurahan Melayu tahun 2014 lalu berhasil meraih juara satu.

Wanita yang juga guru ngaji di MAN 1 Kota Bima ini mengaku, prestasi yang diraihnya atas dukungan orang tua dan guru-guru di MAN 1. Dia kerap meminta masukan dari guru setempat untuk menilai penampilannya.

‘’Jujur, saya bukan apa-apa tanpa ada dukungan guru-guru di MAN 1 dan ibunya,’’ aku Nisa.

Nisa mengaku, setiap latihan di rumahnya di kelurahan Melayu selalu didampingi ibunya Nursiah. Sekaligus untuk menilai dan memberikan koreksi, ketika kekurangan. Dengan latihan seperti itu, kemampuannya makin meningkat. Termasuk katanya, persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi NTB yang akan di helat di Kota Bima pada Oktober mendatang.

Menyinggung tentang dukungan pemerintah terhadap qori dan qoriah di Kota Bima? Khaerunnisa mengaku sangat bagus. Itu terlihat dari prestasi yang diraih Kota Bima dalam beberapa tahun terakhir, selalu juara umum Provinsi NTB.

Tidak hanya itu, pemerintah Kota Bima menggelontorkan anggaran cukup besar untuk pelaksanaan MTQ tingkat kelurahan hingga kecamatan. Dan tiap tahun selalu menghadirkan qori dan qoriah nasional.

‘’Itu semua untuk member motivasi kepada warga, untuk mau belajar mengaji dan bisa berprestasi seperti mereka,’’ akunya.

Sebagai guru ngaji, Nisa terus menularkan kemampuannya pada siswa di MAN 1 Kota Bima. Dia berharap, anak didiknya suatu saat bisa menjadi qori dan qoriah nasional bahkan internasional. (Ahmad Rifai)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *