Ketik disini

Praya

Alhamdulillah, Terima Kasih Bapak Bupati

Bagikan

*Respons Warga Penerima Bantuan Sosial Pembangunan Rumah Kumuh

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan, dengan berbagai macam cara. Salah satunya, memanfaatkan bantuan pemerintah pusat dan luar negeri.

***

ANGKA kemiskinan di Gumi Tatas Tuhu Trasna cukup tinggi dari rata-rata nasional. Posisinya masih berada pada 18,14 persen. Upaya menekan angka kemiskinan ini pun dimulai dari penyiapan infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya adalah jalan raya.

Bagi Bupati HM Suhaili FT, jalan raya secara langsung menjadi akses perputaran ekonomi tingkat kecamatan hingga dusun. Jika jalan rusak, maka kebutuhan hidup mahal. Terbukti, dengan program ini secara kuantitas pertumbuhan ekonomi Loteng setiap tahun mengalami peningkatan.

Dari 9,92 persen di 2014 lalu, naik tajam menjadi 12,6 persen di 2015 ini. Keberhasilan itu juga ditunjang dengan keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL), IPDN dan pusat ekonomi serta perbelanjaan modern maupun tradisional lainnya.

Pemerintah tidak lantas tutup mata. Karena masih banyak pekerjaan rumah belum diselesaikan. Salah satunya, tergambarkan dari potret kemiskinan di Dusun Boyot Desa Dermaji Kopang. Di dusun yang bermukim 106 kepala keluarga (KK) itu, mayoritas sebagai buruh tani, peternak dan sebagian pemilik lahan.

Kondisi kediaman mereka rata-rata memprihatinkan. Bisa dihitung dengan jari tangan rumah mereka yang mantap. Parahnya, pemukiman mereka kumuh. Di mana, kandang sapi, kambing dan ayam berdekatan langsung dengan rumah penduduk. Termasuk, MCK hanya dimiliki orang tertentu saja.

Masyarakatnya pun memanfaatkan parit atau drainase sebagai MCK. Potret kemiskinan itu membuat orang nomor satu di Loteng merasa bersyukur ada bantuan yang disalurkan Bank Dunia. Bantuan ini untuk pembangunan jalan lingkungan, drainase, kandang komunal dan jamban keluarga. Selain itu, untuk rehab rumah tidak layak huni, penanganan dan pngelolaan sampah, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan penerangan jalan serta PAUD.

Bantuan yang digelontorkan sebesar Rp 1 miliar. Untuk rehab rumah, disiapkan hanya 19 KK. Ke depan, bantuan yang sama akan digelontorkan. Dengan harapan, 100 persen masyarakat Dusun Boyot rumahnya layak huni. Begitu pula desa lain di seluruh Loteng.

a�?Yang terpenting, saya telah meletakkan dasar pembangunan daerah ini. Siapa pun pemimpin selanjutnya, paling tidak bisa melanjutkan dasar pembangunan tersebut,a�? ujar Suhaili.

Tujuan utamanya adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, angka kemiskinan nol persen.

a�?Memang kami tidak bisa membangun secara sempurna. Tapi, paling tidak mendekati sempurna dan baik,a�? katanya.

Jika masih ada desa atau dusun yang sama seperti Dusun Boyot, ungkap Suhaili maka pemerintah tetap memberikan prioritas utama untuk pembangunan ke depan. Apalagi, pelaksanaan pembangunan desa atau dusun tertinggal itu dijalankan secara swadaya yang dibentuk sendiri masyarakat setempat.

Salah satu contoh di Dusun Boyot. Pembangunan melalui badan keswadayaan masyarakat (BKM) bersama penataan lingkungan pemukiman berbasis komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan.

a�?Kami menyambut gembira limpahan rizki ini. Alhamdulillah. Terima kasih buat Bapak Bupati,” ujar sejumlah warga Dusun Boyot.(Dedi Shopan Shopian )

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys