Ketik disini

Metropolis

Anak dan Perempuan Butuh Bantuan Hukum

Bagikan

MATARAM – DPRD NTB menyikapi secara kritis ihwal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi. Pemerintah pun sedang mengupayakan pemberian bantuan hukum bagi kelompok masyarakat tersebut.

Keinginan ini dituangkan melalui rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD NTB tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Bantuan Hukum Bagi Anak dan Perempuan.

“Melihat kondisi yang terjadi sekarang, raperda ini terbilang emergency,” kata Ketua Baperda DPRD NTB Hj Bq Isvie Rupaeda saat uji publik raperda tersebut, kemarin.

Ia menyebut, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di NTB masih tinggi. Bahkan, menduduki peringkat nomor dua se-Indonesia. Kasus yang sering mencuat di antaranya, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dan tak terkecuali kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di NTB, menurut Isvie, tak terlepas dari budaya patriaki yang masih kental. Beberapa kasus KDRT, lanjutnya, seringkali tidak dilaporkan karena dianggap sebagai aib ataupun ada ketakutan.

“Kasus kekerasan ini bahkan ibarat gunung es. Hanya segelintir saja yang mencuat di permukaan,” lanjut perempuan yang juga duduk di Komisi IV DPRD NTB tersebut.

Dengan banyaknya kasus tersebut, sudah menjadi keharusan pemerintah dalam upaya pemberian bantuan hukum melalui pemberdayaan dan penguatan kapasitas lembaga-lembaga bantuan hukum yang ada.

“Bantuan hukum untuk kaum rentan tersebut merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi yang wajib dipenuhi pemerintah,” kata Joko Jumadi, anggota tim penyusun naskah akademik raperda tersebut.

Lahirnya perda bantuan hukum, kata Joko, bisa menjadi solusi untuk masyarakat kurang mampu dalam memperoleh pendampingan secara mudah dan cepat diakses. Usulan ini juga tidak terlepas dari masih kurangnya kesadaran advokat untuk menjalankan kewajiban dalam memberikan bantuan hukum secara percuma dan ketidakmampuan masyarakat membayar advokat. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *