Ketik disini

Metropolis

Dikes Tak Tahu Pustu Jadi “Rumah Hantu”

Bagikan

*Minta Kabupaten/Kota Gelar Pendataan

MATARAM – Setiap kabupaten/kota diminta menyikapi secara serius adanya sejumlah puskesmas pembantu (pustu) yang kini terbengkalai. Semua pustu yang pemanfaatannya belum maksimal perlu didata dan dievaluasi.

“Soal pustu yang terbengkalai saya belum dapat laporan. Tapi jelas itu tidak bisa dibiarkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB Eka Junaidi, kemarin.

Penegasan ini disampaikan Eka, menyusul hasil pantauan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlndungan Anak dan Keluarga Berencana NTB. Pustu terbengkalai itu antara lain ditemukan di sejumlah pelosok Sumbawa. Ada beberapa pustu yang kini ibarat “rumah hantu”, tak berpenghuni dan tak terawat. Bangunan yang rata-rata sudah menyedot anggaran besar itu sama sekali tak termanfaatkan. Di Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) juga terpantau kondisi serupa.

Dikatakan Eka, pembangunan maupun pengelolaan pustu menjadi kewenangan kabupaten/kota. Meski demikian, ia berjanji akan melakukan koordinasi agar semua pustu bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Bagaimanapun, kata Eka, keberadaan pustu sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak perlu langsung ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan. “Tentunya sayang kalau sudah dibangun tetapi mubazir,” kata Eka.

Ditegaskannya, menjadi tugas kabupaten/kota untuk mengevaluasi apa penyebab pustu tersebut tidak bisa berfungsi optimal. “Mungkin selama ini tidak ada kegiatan di pustu karena tenaga yang kurang,” imbuh Eka.

Kemungkinan soal lokasi pustu yang kurang strategis juga kata Eka bisa jadi soal. Sehingga, beberapa bidan yang hendak ditempatkan di pustu juga setengah hati dan takut akan faktor keamanan dan sebagainya. “Bagaiamanapun ini nanti akan kita cari jalan keluarnya bersama,” pungkas Eka. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *