Ketik disini

Headline Tanjung

Inspektorat Buru Kontraktor Nunggak

Bagikan

*Belum Bayar Denda Sampai Sekarang

TANJUNG – Inspektorat Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengklaim banyak rekanan atau kontraktor belum membayar denda keterlambatan penuntasan proyek yang dilaksanakan 2014.

Denda yang belum dibayarkan pihak ketiga ini merujuk hasil temuan bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kegiatan yang dikerjasamakan Pemkab Lombok Utara.

a�?Kita targetkan 2015 ini semua denda yang belum dibayarkan pihak ketiga bisa diselesaikan,a�? Kata Kepala Inspektorat Lombok Utara Zaenal Idrus, kemarin.

Menurutnya, setelah mendapatkan penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kini pihaknya dihadapkan pada pekerjaan lanjutan yakni menagih komitmen denda rekanan. Umumnya keterlambatan itu ditemukan pada proyek-proyek yang ditender.

a�?Dari data kami sekitar kurang lebih Rp 400 juta nilai denda rekanan yang harus kami tagih,a�? ungkapnya.

Dijelaskannya, denda rekanan itu akan masuk ke kas daerah sebagai bentuk komitmen rekanan kepada pemkab. Untuk jumlah denda, masing-masing rekanan bervariasi sesuai kontrak perjanjiannya.

Meski tidak menyebut detail nama rekanan yang harus membayar denda, namun semua rekanan yang terlambat menyelesaikan pekerjaannya itu semuanya lokal atau dari Lombok Utara.

Baginya, jumlah denda itu tidak terlalu banyak jika dibanding dengan daerah lain. Namun, harus tetap dibayarkan sesuai dengan komitmen awal pada saat kontrak kerja dilakukan. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys