Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Keterampilan Petugas Teknis IB Ditingkatkan

Bagikan

MATARAM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinaskkeswan) NTB bersama Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HTP) Denpasar, Bali, memberikan penyegaran kepada 200 petugas teknis Inseminasi Buatan (IB) di daerah. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan populasi ternak untuk memenuhi program swasembada daging.

Dari hasil rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara nasional ada satu juta peternak di daerah merasa terzalimi akibat masuknya ternak dari luar. Padahal, peternak di daerah mampu memenuhi ketersediaan daging. Hanya saja terkendala dalam sistem manajemennya.

“Karenanya diperlukan perbaikan lebih mendalam, agar kepastian ketersediaan daging secara nasional menjadi jelas,” kata Kepala Dinaskkewan NTB Budi Septiani pada wartawan di Hotel Lombok Raya, kemarin.

Melalui gerakan penyerentakkan birahi dan inseminasi buatan (GPBIB) ini, kata dia, maka petugas teknis di lapangan perlu diberikan penyegaran pelatihan. “Kita merefresh kembali ilmu-ilmunya,” imbuhnya.

Budi melanjutkan, petugas teknis IB di NTB baru mencapai 235 untuk inseminator, 135 pemeriksa kebuntingan, dan 70 asisten teknis reproduksi. “Status mereka ada yang PNS dan swadaya,” tambahnya.

Kepala Seksi Pelayanan Teknis BPTU-HPT Denpasar Bali Yudi Parwoto menuturkan, selama pelatihan mereka akan dibekali pengetahuan proses reproduksi dari ternak sapi. Diharapkan mereka mengetahui lebih detail apakah sapi sudah memasuki masa bunting, birahi atau reproduksinya kondisi normal atau tidak.

“Mungkin ada yang sedikit lupa, kita ulang kembali,” ujar Yudi.

Yudi melanjutkan, jumlah sapi di NTB ada 1.013.723 ekor terdiri dari 450 ribu ekor betina. Dengan melalui pelatihan ini, ditargetkan keberhasilan kebuntingan mencapai 80 hingga 90 persen dari jumlah aseptor 45 ribu. Karena dari program reguler saja telah lahir lima ribu ekor sapi.

“Tahun ini dari pelatihan kita fokuskan masa bunting dan tahun 2016 masa lahirnya,” tandasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *