Ketik disini

Sumbawa

Perjuangkan HAKI Sejumlah TTG

Bagikan

SUMBAWA – Berbagai hasil karya dan inovasi putra Sumbawa di bidang Tekhnologi Tepat Guna (TTG) tampaknya sudah sangat populer di masyarakat. Bahkan sebagian besar masyarakat menganggap sejumlah TTG yang ada sangat bermanfaat dan tidak kalah dengan teknologi produk bermerk lainnya.

Salah satunya adalah TTG yang digunakan sebagai alat perontok padi. Penemu TTG bahkan dalam beberapa tahun terakhir telah membuatnya dalam jumlah cukup banyak karena mendapat pesanan dari masyarakat. Hanya saja untuk terus melakukan produksi lalu mendapat pengakuan resmi sebagai sebuah alat produksi minimal harus memiliki pengakuan dari pemerintah. Yakni memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Sadar dengan peluang yang ada, pemerintah daerah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) kini mengupayakan agar sejumlah TTG yang ada segera memiliki HAKI. Termasuk TTG untuk alat perontok padi. ”Khusus untuk alat perontok padi memang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan sudah menjadi juara hingga tingkat nasional. Peluang pasarnya juga sangat besar makanya kami siap membantu pengurusan HAKI-nya,” kata Kepala BPM-PD Sumbawa, Tarunawan.

Selain itu ada juga TTG, pembuatan kompor bahan bakar etanol yang memanfaatkan limbah organik. Saat ini pihaknya juga tengah melihal peluang pasarnya sehingga tetap bisa menjadi prioritas untuk pengusulan HAKI ke pemerintah pusat. Karena, TTG baru benar-benar bisa dikatakan bermanfaat jika benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat.

Diakui, untuk mendapatkan HAKI dari pemerintah pusat prosesnya cukup lama. Setelah usulannya diajukan, jawaban dari usulan tersebut baru akan keluar setahun kemudian. Apabila usulan itu diterima, baru tim peneliti akan turun melakukan pengecekan. Hasil pengecekan itu baru akan dikeluarkan tiga tahun kemudian, pasca penelitian selesai dilakukan. ”Selama semuanya bermanfaatn dan peluang pasanya besar, pemerintah siap membantu. Termasuk dari sisi anggaran untuk mendapatkan HAKI,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah TTG karya putra terbaik Sumbawa juga dipamerkan pada gelar TTG tingkat provinsi yang digelar pada 10 April lalu di Kota Bima. Sejumlah TTG yang ditampilkan antara lain TTG pemanfaatan air hujan untuk taman dan air bersih yang ditemukan Alfian Rusdi, ST., M.Eng. Trainer Pneumatic yang ditemukan Akhiruddin, S.Pd. PPC Organik (Tarzan Cair) yang ditemukan Mahdi Buitar. Alat penangkap kabut yang ditemukan Imam Wierawansyah Eltara. Alat penguji mutu pasir yang ditemukan Ratih Junia Angraeny. Alat perontok padi modifikasi yang diciptakan Mulyadi.

Selain itu ada juga sejumlah produk TTG yang dipamerkan antara lain manisan rumput laut, Minyak Sumbawa, Madu Sumbawa, Permen Susu Sapi, Susu Kuda Liar Sumbawa. Ada juga Manjareal (jenis jajanan khas Sumbawa), Terasi Empang, Jagung Marning Utan, Kerupuk Atom (kerupuk yang terbuat dari ikan tenggiri), serta Masin Empang (jenis sambal yang terbuat dari udang segar). (aen/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *