Ketik disini

Headline Metropolis

Ternyata Masih Ada SPBU Curang

Bagikan

* Diskoperindag Sidak SPBU

MATARAM – Jelang Ramadan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak). Kali ini, sasarannya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Hasilnya, di luar dugaan. Sebuah SPBU di wilayah Sayang-Sayang, takaran BBM-nya ternyata kurang dari ketentuan ambang batas, yakni minus 0,5 persen. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan Bidang Metrologi dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Mataram, diketahui takaran BBM di SPBU itu ternyata mencapai minus 0,55 persen.

a�?Temuan itu akan segera disampaikan ke Metrologi NTB,a�? tegas Kepala Bidang Metrologi dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Kota Mataram H Taufikurrahman.

Dijelaskannya, Bidang Metrologi NTB nantinya akan kembali melakukan tera ulang terhadap takaran BBM di SPBU tersebut. Pihak SPBU juga diharapkan mengajukan tera ulang ke Metrologi NTB.

Sementara itu, Supervisor SPBU Sayang-Sayang Gede Ginarta mengaku akan menyesuaikan kembali takaran sesuai dengan ukuran Diskoperindag. Disebutkan, terakhir SPBU ini melakukan uji tera pada April 2015.

Di hari yang sama, petugas juga melakukan sidak di SPBU Mayura. Di SPBU tersebut petugas melakukan pengecekan terhadap takaran bahan bakar di SPBU itu. Petugas mengambil 20 liter bensin, lalu diukur apakah sesuai dengan takarannya atau tidak. Hasilnya, plus minusnya takaran masih berada di ambang batas yakni 0,5 persen.

Sehari sebelumnya, petugas Diskoperindag juga sudah melakukan pemeriksaan takaran BBM ke sejumlah SPBU lainnya, seperti SPBU Mandalika, SPBU Selagalas, dan SPBU Dasan Cermen.

Tidak hanya melakukan sidak di SPBU. Sejumlah petugas Diskoperindag juga menyasar sejumlah toko modern. Salah satunya di sebuah toko modern di Cakranegara. Di sini, petugas menemukan beberapa makanan kalengan yang kemasannya dalam kondisi penyok. Selain itu, beberapa barang ditemukan diletakkan sembarangan. Sehingga harga aseli dengan harga yang tertempel di rak barang tidak sesuai.

a�?Untuk makanan kaleng yang penyok dikhawatirkan lapisan di dalamnya akan rusak dan berkarat, sehingga kami minta tidak dijual lagi,a�? terang Taufikurrahman.

Dia menerangkan, sidak serupa akan terus diintensifkan jelang puasa. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah barang yang dijual sesuai dengan ketentuan penyajian atau tidak.

a�?Sidak semacam ini juga akan kami lakukan saat puasa, dan tentunya jelang Idul Fitri,a�? ujarnya. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys