Ketik disini

Bima - Dompu

Warga Ntobo Tetap Tolak SPAM

Bagikan

BIMA – Warga Kelurahan Ntobo bersikukuh menolak masuknya proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di wilayah mereka. Alasannya, warga khawatir kebutuhan air untuk irigasi persawahan berkurang.

Penolakan warga terhadap proyek SPAM itu kembali disampaikan kepada Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin yang kemarin turun menemui warga setempat.

Saat pertemuan berlangsung di masjid setempat, warga menolak tegas adanya proyek tersebut. Meski demikian, ada sejumlah warga yang mendukung masuknya proyek senilai Rp 15 miliar tersebut.

Saat pertemuan Ketua LPM Kelurahan Ntobo Drs H Yusuf menjelaskan, proyek SPAM akan menyejahterakan warga setempat. Namun warga Ntobo tetap khawatir, bila air tersebut dimanfaatkan untuk air minum, tidak bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

“Kami sudah sosialisasikan proyek ini pada warga. Tapi warga tetap menolak,” ujarnya saat bertemu dengan wali kota.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin menjelaskan, berdasarkan hasil survei pada sumber mata air di Ntobo. Hanya sedikit dari debit air sebanyak 100 liter per detik itu yang dimanfaatkan untuk air minum. Karena selama ini sisa air itu terbuang percuma ke laut.

“Dari pada airnya terbuang percuma ke laut, lebih baik dimanfaatkan untuk air minum,” jelasnya.

Selain itu kata dia, proyek ini akan dikelola  warga. Jika musim kemarau debit air berkurang, penyaluran air untuk kebutuhan minum bisa ditutup warga.

‘’Saya harap warga bisa menerima proyek SPAM ini. Jika tidak, ke depan kita tidak lagi dipercaya oleh pemerintah pusat,’’ harapnya.

Karena warga tetap ngotot, HM Qurais sampai keluarkan kalimat penegasan. Proyek SPAM tetap akan jalan, meskipun warga menolak. Karena ini menyangkut kredibilitas pemerintah daerah. (nk/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *