Ketik disini

Selong

Alasannya, Pipa Bocor dan Anggaran Kurang

Bagikan

*Ketika Pasokan Air PDAM Dikeluhkan Warga

Pelanggan PDAM di Lombok Timur kerap mengeluhkan pasokan air yang sering gangguan. Itu diakibat kerusakan pipa tua yang sering terjadi. Keterbatasan anggaran membuat PDAM hanya bisa melakukan perbaikan secara bertahap saja.

**

SAMIRAH, seorang pelanggan PDAM hanya bisa mengeluh seorang diri. Ia kesulitan air sore itu. Padahal niatan awal hendak mencuci baju. Apa boleh buat, kegiatan itu harus ditunda hingga saluran air kembali deras. ”Sore sampai magrib pasti sulit sekali,” keluhnya.

Kondisi seperti itu kerap dirasakan para pelanggan. Ada waktu-waktu tertentu yang sudah dihafal pelanggan. Pada saat itu, air biasanya sangat sulit. Jadi mereka menampung air terlebih dahulu sebelum datang masa ”kekeringan”. Pagi hari menjadi waktu lain di beberapa tempat kerap kesulitan air. Padahal saat itu warga sedang butuh-butuhnya air untuk beragam keperluan.

Di samping kesulitan rutin, warga harus kembali menahan emosi jika ada gangguan lain. Kebocoran jaringan pipa menjadi hal yang paling membuat warga kesal. Jika ini terjadi, mereka bisa tak menerima pasokan air melebihi satu hari. Bahkan di Labuhan Haji beberapa kali terjadi hingga tiga hari lamanya.

”Kalau sudah begitu ya pakai air sumur,” kata Hisyam seorang warga.

Persoalannya, air sumur di sana tak terlalu bagus, sehingga warga sangat bergantung pada PDAM.

Direktur Utama PDAM Lombok Timur M Isroi mengatakan, kerusakan yang kerap terjadi memang menjadi masalah utama. Jika terjadi kebocoran, pasukannya harus bekerja siang malam memperbaikinya. Begitu selesai, airpun tak akan langsung normal. Ada rentang waktu yang dibutuhkan untuk kembali mengalir seperti semua.

Mengapa hal itu sering terjadi? Usia pipa yang sudah tua menjadi jawabannya. Sejumlah pipa asbes ada yang berumur lebih dari 20 tahun. Beberapa pipa plastik juga sudah mulai termakan waktu. Pelebaran jalan yang terus terjadi mengakibatkan pipa berubah posisi, masuk ke tengah jalan. ”Kalau ada mobil besar, terus getarannya itu bisa buat bocor,” katanya.

Lantas mengapa tak melakukan perbaikan? Jawabannya sudah, tapi belum maksimal. Tahun ini saja, sudah dua kilometer pipa asbes diganti pipa karet yang lebih tahan getaran. Hanya untuk dua kilometer itu saja dihabiskan anggaran hingga tiga miliar rupiah. ”Makanya bertahap, tak bisa sekaligus,” katanya.

Masih ada berkilo-kilo meter pipa asbes dan plastik yang sudah menuntut diganti. PDAM hanya bisa melakukannya separuh-separuh mengikuti anggaran yang ada. Jadilah tambal sulam dan bocor di sana-sini sering terjadi. (WAHYU PRIHADI)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *