Ketik disini

Selong

Buat Saluran, Pohon Pelindung Ditebang

Bagikan

SELONG – Guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan, Desa Sakra melakukan perbaikan gorong-gorong saluran air. Mereka membuat ulang saluran sepanjang 2,6 kilometer yang sebelumnya sudah mampet karena sedimentasi.

”Supaya tidak banjir, makanya kami perbaiki,” kata Kades Sakra L Anugerah Bayuadi, padaLombok Post.

Dia mengatakan, pembangunan itu merupakan kesepakatan seluruh warga. Sayangnya dalam pembangunan itu, puluhan bahkan ratusan pohon pelindung sepanjang jalan dibabat habis. Saat koran ini datang ke lokasi,terlihat deretan pohon yang sudah berserakan di sepanjang jalan, tak sedikit yang sudah dipotong-potong.

Terhadap hal itu, Anugerah mengakui tak pernah meminta izin pada pihak manapun di kabupaten maupun provinsi. Itu karena ia menganggap pembangunan gorong-gorong sepenuhnya proyek desa yangdikerjakan dari dana desa. Namun demikian ia mengatakan akan menanam kembali pohon pengganti.

”Belum beri tahu daerah sih. Tapi ini sudah kesepakatan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Iwan Darmawan, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) mengatakan, untuk tahun ini Sakra menerima Rp 331 juta dana desa di luar ADD. Dana itu dibagi dalam delapan kegiatan yang sudah dibuat. Salah satunya ada perbaikan gorong-gorong. Hitung-hitungannya anggaran mencapai Rp 47 juta untuk pengangkatan sedimen dan Rp 147 juta untuk pembangunan talud selebar satu meter dengan kedalaman juga satu meter.

”Sewa alat berat yang mahal, sampai Rp 500 ribu per jam,” jawabnya

Sebelumnya, Kasat Pol PP Lotim Salmun Rahmanmenegaskan, siapapun tak bisa sembarangan melakukan penebangan pohon pelindung. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui jika ingin menebang pohon semisal bersurat ke instansi terkait dan menjelasakan alasan.

Selain itu juga harus ada penggantian terhadap pohon yang ditebang. ”Tidak bisa asal saja, itu yang di Pringga pernah kita periksa,” katanya mencontohkan.

Namun hingga kemarin belum ada tindakan lebih lanjut dari Satpol PP terhadap aksi penebangan ratusan pohon pelindung itu. (yuk/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *