Ketik disini

Tanjung

Gencar Sosialisasi, Bidik Pemilih Pemula dan Warga Tiga Gili

Bagikan

*Cara KPU Cegah Golput dalam Pilkada KLU

Pesta demokrasi lima tahunan menentukan Bupati Lombok Utara akan digelar dalam hitungan bulan. Namun, kesadaran menggunakan hak suara bagi sebagian kalangan masih rendah. KPU Lombok Utara pun gencar melakukan sosialisasi, khususnya bagi pemilih pemula.

***

POTENSI keikutsertaan pemilih pemula dalam Pilkada Lombok Utara Desember mendatang, jumlahnya meningkat sekitar 20 persen dari Pilpres. Ini mendapatkan perhatian dari KPU. Bekerja sama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Lombok Utara (FKMLU), KPU menggelar sosialisasi menyasar pemilih pemula di Gedung Serbaguna Gondang.

”Ini untuk menekan angka golput,” ujar Ketua KPU Lombok Utara Fajar Martha, kemarin.

Diungkapkan, tingkat golput pemilihan sebelumnya di kalangan mahasiswa dan pelajar mencapai 10 persen. Jumlah ini memang kecil namun jika dibiarkan ada kekhawatiran partisipasi pemilih pemula semakin berkurang.

”Dengan sosialisasi ini kami harap angka golput di pemilih pemula bisa menjadi 0 persen,” tandasnya.

Pantauan Lombok Post, dalam sosialisasi yang diikuti mahasiswa asal Lombok Utara dan pelajar ini peserta diberikan materi terkait data agregat kependudukan (DAK2), jumlah partai politik, program dan tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara.

Selain itu, syarat dukungan calon perseorangan, syarat pemilih, jumlah TPS, dan hal-hal teknis yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan pilkada.

”Kita ingin membangun perspektif mahasiswa dan pelajar tentang pilkada dan berharap bisa kritis dan turut serta aktif dalam pilkada nanti,” kata Fajar.

Selain pemilih pemula, perhatian KPU juga tertuju pada warga yang memiliki hak pilih dan bekerja di tiga gili (Trawangan, Air, dan Meno). Pasalnya, dalam setiap pelaksanaan pemilu, angka partisipasi pemilih di kawasan pariwisata ini hanya mencapai 40 persen. ”Untuk tiga gili kita akan mulai sasar usai puasa nanti,” ungkap Fajar.

Dijelaskannya, rendahnya angka pemilih di tiga gili disebabkan wajib pilih yang mayoritas menjadi pekerja di hotel dan restoran di sana tetap bekerja pada waktu pemilihan berlangsung. ”Nanti kita akan bekerja sama dengan pemilik hotel maupun asosiasi. Jumlah karyawan asal Lombok Utara di tiga gili mencapai ribuan,” katanya.

Untuk mengatasi rendahnya angka pemilih di tiga gili, Fajar mengungkapkan akan meminta pihak pengusaha memberikan kelonggaran jam kerja bagi wajib pilih asal Lombok Utara agar bisa menyalurkan hak suaranya. Namun, jika itu tidak memungkinkan wajib pilih di tiga gili nanti akan dibuatkan form A5 agar yang bersangkutan bisa menggunakan hak pilihnya di tiga gili.

”Semoga dengan sosialisasi nanti angka partisiapasi pemilih di tiga gili bisa meningkat hingga 70 persen,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa, Ayu mengatakan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan sosialisasi ini, mereka jadi memahami apa saja tahapan pilkada dan bagaimana cara menyalurkan hak suara pada saat hari H nanti. ”Kita tahu prosesnya kita juga bisa melakukan pengawasan,” ujarnya singkat. (PUJO NUGROHO)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *