Ketik disini

Headline NASIONAL

Hore, Modis Boleh Dipakai Mudik

Bagikan

JAKARTA – Kabar mengejutkan disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi. Dia mempersilakan mobil dinas (modis) pegawai negeri sipil (PNS) digunakan untuk mudik. Tentu kabar tersebut cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya hal itu dilarang.

Yuddy yang ditemui usai mengikuti istighosah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kemarin menuturkan, tidak ada yang salah dengan kebijakan tersebut. Justru menurutnya, hal itu dapat membantu meringankan beban PNS yang ingin mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Apalagi, jika PNS memiliki jumlah keluarga yang cukup banyak.

“Bisa dibayangkan biayanya. Dari pada menggunakan pesawat atau kereta yang biayanya cukup mahal, kan lebih baik menggunakan apa yang ada,” tuturnya.

Kegiatan ini, disamakannya saat mobil dinas PNS digunakan untuk mengantar anggota keluarga sakit untuk berobat. Begitu pula, saat dimanfaatkan untuk mengantar anak sekolah yang kebetulan satu arah dengan lokasi kerja. “Kan akan mubadzir jika pakai taksi. Mobil dinas itu diberikan pada pegawai pemerintah untuk memudahkan mobilitas yang mendukung kegiatan-kegiatannya dan kepentingan lain yang bermanfaat,” urai Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu.

Namun, ada catatan penting yang harus digaris bawahi. Ketentuan itu diperbolehkan asal PNS tersebut memang tidak memiliki kendaraan atau mobil lainnya. “Tapi jika ada mobil pribadi, tapi mobil dinas yang digunakan untuk hal-hal pribadi, itu baru tidak etis,” tegasnya.

Rencananya, Kementerian PAN-RB akan mengeluarkan surat edaran untuk menindaklanjuti wacana itu. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menyampaikan, kebijakan itu masih dirumuskan. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu didetailkan. Misalnya, mengenai persyaratan penggunaan dan tanggung jawab ketika terjadi kerusakan atau kecelakaan. “Nanti secara detail akan ada dalam surat edaran. Ditunggu saja,” katanya.

Herman menuturkan, kebijakan penggunaan mobil dinas untuk mudik ini dilakukan setelah berkaca dari aturan sebelumnya. Menurutnya, meski sebelumnya secara tegas dilarang, namun nyatanya banyak yang sembunyi-sembunyi melanggar. Mereka tetap pulang ke kampung halaman dengan menggunakan mobil negara. “Jadi daripada digunakan sembarangan, baiknya diatur saja,” ungkapnya. (mia/end/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *