Ketik disini

Headline Selong

Masuk Zona Merah Muda

Bagikan

*Target Peningkatan Luas Lahan Pertanian Sulit Tercapai

SELONG – Target peningkatan luas lahan pertanian yang dibebankan pada Lotim dari Kementan kemungkinan besar tak akan tercapai. Dari 90 ribu hektare lahan yang harus dipenuhi, daerah ini baru bisa menanamdi lahan seluas 74 ribu hektare saja.

”Makanya kita masuk zona merah muda,” kata Kadis Petaniandan Perkebunan Lotim Zaini dalam rapat evaluasi dengan TNI AD di Makodim 1615, Sabtu lalu.

Untuk mengejar target itu, secara khusus ia meminta bantuan seluruh Babinsa yang selama ini memang sudah berjibaku meningkatkan produktivitas pangan. Dengan berkoordinasi bersama UPP memberi sosialisasi dan pemahaman baru pada petani. Dengan begitu, ia berharap target yang ada bisa terkejar. ”Ini targetnya besar sekali, kita harus kerja ekstra keras,” katanya.

Senada dengan Zaini, Dandim 1615 Letkol Arm Rama HB mengatakan, semua pihak harus lebih meningkatkan kinerja. Ia secara khusus mengatakan apresiasinya karena semua kalangan, utamanya anak buahnya sudah memberi seluruh energi. Namun itu harus ditingkatkan lagi untuk mencapai apa yang sudah ditetapkan. Jika tidak, ia mengkhawatirkan adanya sanksi pusat yang akan diberikan pada Lotim. Bisa saja karena dianggap tak mampu, anggaran besar yang sudah disalurkan tahun ini dipotong di tahun berikutnya dan dipindah ke daerah lain.
”Semangat semua, kerja lebih keras,” pintanya.

Di lain pihak, ia meminta agar dinas terkait menyiapkan jawaban logis pada pemerintah pusat. Alasan mengapa target sulit tercapai haruslah bisa diberikan dengan mengacu pada data dan fakta lapangan. ”Supaya diketahui kenapa begitu,padahal kita sudah kerja keras,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin mengatakan, kendati tak memenuhi target sebenarnya Lotim sudah menorehkan prestasi. Hingga kini sudah ada peningkatan 3 ribu hektare lahan sawah baru dan itu tertinggi di NTB.

Kendala untuk meningkatkan lahan sawah baru menurutnya pada ketersediaan lahan yang memang sudah terbatas. ”Lahan memang sudah mau habis, mau bagaimana lagi. Ini saja sudah luar biasa dan harus diapresiasi,” jawabnya. (yuk/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up