Ketik disini

Metropolis

MTQ 2016 “Haram” Bajak Peserta

Bagikan

* Asal dan Usia Diperiksa Ketat

MATARAM – Sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-26 Agustus 2016, NTB benar-benar belajar dari tuan rumah perhelatan akbar nasional tersebut sebelumnya. Antara lain yang kini diantisipasi NTB adalah soal aksi pembajakan peserta hanya untuk meraih gelar juara. MTQ NTB ditargetkan steril dari Aksi seperti itu.

“Pelaksanaan MTQ tahun depan harus kembali pada khittahnya sebagai ajang syiar dan dakwah Islam. Bukan merebut juara dengan cara-cara salah,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov NTB H Suhaimi.

Dia mengatakan, aksi bajak qori dan qori’ah biasanya memang selalu mengiringi perhelatan MTQ Nasional tiap kali digelar. “NTB pastikan hal-hal seperti itu tidak akan terjadi dalam penyelenggaraan MTQ ke-26 nanti,” tegas Suhaimi.

Suhaimi menegaskan, NTB sebagai tuan rumah akan menerapkan regulasi dan pemeriksaan asal–usul dan usia yang ketat bagi tiap kafilah peserta MTQ ke-26. Ia berharap, tidak terjadi lagi kasus seperti yang dialami kafilah Jawa Tengah terkait hal serupa pada penyelengaraan MTQ Nasional di Batam, yang memantik protes.

Di luar aksi pembajakan, NTB juga akan beruaya meminimalisasi tudingan-tudingan terkait penilaian subjektif dewan juri. “Soal ini kita bicarakan bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Suhaimi.

Itu sebabnya, akhir pekan lalu, pihaknya mengundang seluruh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) provinsi se-Indonesia untuk membahas persiapan MTQ Nasional di Mataram. “Kita undang 28 provinsi, dan semuanya hadir untuk membicarakan persiapan MTQ tahun depan,” kata Suhaimi.

Menurutnya, NTB menjadi satu-satunya provinsi penyelenggara MTQ Nasional, yang mengundang seluruh kafilah peserta MTQ untuk mendiskusikan persiapan acara satu tahun sebelum pelaksanaannya. Hal ini sebagai upaya NTB untuk memenuhi target di MTQ Nasional ke-26 yang tidak hanya sukses sebagai penyelenggara tapi juga sukses prestasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dalam acara yang sama mengatakan, silaturahmi ini juga sebagai sumbang saran dan tempat berdiskusi dari setiap kafilah peserta MTQ untuk persiapan MTQ nasional ke 26. “Terselenggaranya acara dengan lancar menjadi harapan NTB,” ujar Wagub.

Oleh karena itu, lokasi–lokasi yang akan digunakan dalam event MTQ tahun depan akan dilakukan penataan. Islamic center akan menjadi venue utama, dan venue pendukung di antaranya MAN 2 Mataram, IAIN Mataram, Museum NTB, Taman Budaya, Asrama Haji, Ponpes Al Ajiziah, dan Ponpes Nurul Hakim. (cr-dit/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *