Ketik disini

Metropolis

Pantang Mundur, Belajar dari Kekalahan

Bagikan

* Melihat Perjuangan Para Juara Dedare Xpresi 2015 (1)

Rizka Anindya akhirnya dinobatkan sebagai Dedare Xpresi 2015. Dia tidak menyangka mendapatkan prestasi tersebut. Apalagi sebelumnya, dia gagal dalam ajang serupa.

Jantung para finalis Dedare Xpresi 2015 pasti berdebar kencang ketika Dedare Xpresi 2014 Baiq Bunga Setyawati berjalan mengelilingi tiga finalis saat di atas panggung. Harap-harap cemas dirasakan, ketika Bunga membawa piala dan menghampiri mereka.

Setelah beberapa menit Bunga berkeliling, apa yang paling ditunggu-tunggu akhirnya terjadi. Bunga memberikan piala berlambang museum kepada Rizka Anindya. Penyerahan piala ini sekaligus menjadi pertanda, ia terpilih menjadi Dedare Xpresi 2015.

a�?Saya merasa sangat senang, bangga sekaligus nggak nyangka,” ungkapnya.

Tidak beberapa lama, Hj Erica Zainul Majdi mengalungkan selempang Dedare Xpresi 2015 kepada pelajar IPA 4 SMAN 2 Mataram ini. Kebahagiaan terasa sempurna karena sang ibunda, Yohani hadir langsung menyaksikannya.

“Saya berterima kasih buat bunda yang selalu mendukung serta seluruh keluarga, teman-teman, dan sekolah saya,” ucapnya.

Putri pasangan Yohani dan Multazzam ini menceritakan, perjuangannya untuk bisa menjadi Dedare Xpresi 2015. Untuk memasuki babak 10 besar yang menggunakan sistem polling balot, ia mengaku telah berupaya keras. Pasalnya, untuk mengumpulkan balot potongan koran, ia harus datang dari pintu ke pintu untuk meminta dukungan.

“Paling berat itu ketika babak 10 besar. Aku berusaha minta dukungan dengan mengumpulkan polling dari kantor ke kantor. Pernah aku disuruh nunggu dulu karena korannya belum dibaca,” tuturnya.

Dia menceritakan, kala itu meminta potongan balot dari kantor Dinas Pariwisata. Karena korannya belum dibaca, ia harus rela menunggu orang yang ada di dinas tersebut selesai membaca korannya.

“Aku rela nunggu waktu itu hanya demi dua balot. Meski cuma dua, bagiku itu sangat berarti,” ungkapnya.
Selain dari kantor ke kantor, ia juga menerima dukungan dari sekolah. Total sekitar 170 balot potongan koran diberikan sekolah untuk mendukungnya.

Pengorbanan ini tidak sia-sia. Dewan juri kompak memilih Rizka sebagai juara. Salah satunya karena semangat yang dimilikinya.

“Anaknya penuh semangat, berwawasan, cantik serta posturnya mendukung,” ungkap Ayu Setyawati, salah seorang dewan juri.
Ayu merupakan salah satu dari tiga orang dewan juri finalis Dedare Xpresi 2015. Selain Ayu, dewan juri lainnya adalah Indah Purwanti dan Dra Rida Iswati MKes.

Ibunda Rizka, Yohani mengaku mengagumi semangat yang dimiliki putri tercintanya itu. “Saya salut dan bangga dengan semangatnya. Ia tak pernah putus semangat meski sering gagal,” beber Yohani pada Lombok Post.

Yohani mengungkapkan, Rizka mulai menggeluti dunia modeling sejak kelas 3 SMP. Namun ia selalu gagal meraih juara. Bukannya kecewa, ia lantas termotivasi untuk berjuang lebih baik.

“Ia selalu ingin mencoba ikut lomba, meski kalah dia terus ikut dan belajar dari kekalahannya,” tutur Yohani.

Yohani mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Rizka. Menurutnya perjuangan dan semangat Rizka terbayar lunas. Di ajang paling bergengsi pelajar cantik, berwawasan, dan berkarakter ini, ia menjadi yang terbaik.

“Terima kasih untuk Xpresi Lombok Post yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan memberikan kesempatan bagi anak kami untuk menunjukkan bakat dan kemampuan dalam berbagai bidang,” pungkasnya. (Bersambung)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *