Ketik disini

Metropolis

Pendatang Baru, Siap Rebut Kursi

Bagikan

* Jelang Pilkada Kota Mataram

Pesta demokrasi dimulai. Para bakal calon wali kota dan wakil wali kota bermunculan. Mereka siap merebut tahta tertinggi Kota Mataram dari pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman). Apa yang mereka tawarkan kepada masyarakat?

——————–

Teka teki siapa yang akan menjadi lawan bakal calon Wali Kota- Wakil Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman) dalam Pilkada Kota Mataram sedikit demi sedikit mulai terjawab. Para penantang calon incumbent ini datang dari berbagai kalangan, baik politikus hingga pengusaha.

Mereka di antaranya, H MNS Kasdiono dari Partai Demokrat, H Adbul Karim dari Partai Gerindra, Hj Wartia��ah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj Baiq Mirdiati dari Partai Gerindra, dan Lalu Anas Amrullah mewakili kalangan pengusaha.

Meski belum resmi mendeklarasikan diri, namun mereka sudah mulai menunjukkan kekuatannya. Seperti aksi Kasdiono saat mendaftar ke sejumlah partai politik beberapa waktu lalu. Dia dan pendukungnya melakukan konvoi dengan menggunakan cidomo dan angkot.

Simbol ini digunakan untuk menarik simpati masyarakat, sekaligus menyatakan keberpihakannya terhadap isu-isu kerakyatan.

Kasdiono sendiri menegaskan, aksi itu dilakukannya bukan untuk pencitraan. Tapi merupakan simbol arah kebijakan yang akan diambil dalam membangun dan menata kota jika terpilih kelak. Menurutnya, rakyat kecil seperti kusir cidomo dan sopir angkot harus mendapat sentuhan langsung dari kebijakan pemerintah.

Kasdiono diprediksi menjadi lawan kuat pasangan Aman. Sebab, ia didukung penuh Partai Demokrat yang merupakan salah satu partai besar di NTB. Ketokohan TGH M Zainul Majdi, sebagai Ketua Partai Demokrat NTB, dinilai bisa menjadi penyokong utama dukungan terhadap Kasdiono. Selain itu, anggota DPRD NTB ini juga dikenal tangguh dan ulet dalam setiap pemilihan. Tidak heran, meski baru pertama ikut pemilu, ia melanggeng mulus menjadi anggota legislatif dari daerah pemilihan Kota Mataram.

Saat ini Kasdiono juga mulai blusukan. Mengenalkan dirinya ke masyarakat dengan menebar poster dan gambar dirinya. Ia bahkan menjadi satu-satunya bakal calon wali kota yang sudah secara terang-terangan mengkampanyekan diri.

Selain Kasdiono, ada juga politisi senior Partai Gerindra, H Abdul Karim. Pertengahan Mei lalu, Karim mendaftar ke beberapa partai politik seperti Demokrat, PKS, dan PDIP.

Karim menyatakan diri sangat siap untuk berkompetisi untuk merebut kekuasaan dari tangan Aman. Dengan visi a�?Sehat, Cerdas, dan Mandiria�? ia yakin bisa membawa Kota Mataram menjadi lebih baik.

Karim menjelaskan, makna a�?Sehata�? dalam hal ini adalah Kota Mataram harus tumbuh sebagai kota yang sehat, dikelola manajemen birokrasi yang sehat, dan bebas dari korupsi. Selain itu, masyarakat juga harus sehat fisik, dengan cara memberikan pelayanan kesehatan yang baik, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat lingkungan sosial, kerukunan antar umat terjaga dengan baik, serta tidak ada konflik dan perkelahian.

a�?Kalau lingkungan sosial sehat, anak akan tumbuh dengan baik,a�? katanya.

Makna a�?Cerdasa�? maksudnya, masyarakat kota harus tumbuh menjadi masyarakat yang cerdas, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, program yang dilakukan yakni pemerataan kualitas sekolah, sehingga tidak ada lagi sekolah pinggiran dan favorit. Selain itu, kualitas guru juga ditingkatkan termasuk kesejahteraannya.

Sedangkan a�?Mandiria�? artinya, membangun kota yang mandiri, dengan meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil menengah di Kota Mataram. Sehingga mereka tidak tergilas dengan laju investasi yang semakin pesat.

Program lainnya adalah mengurangi pengangguran dan sebagainya. Pemberdayaan yang dilakukan harus sampai tuntas, tidak sekadar formalitas.

Dengan visi ini, Karim yakin akan bisa memimpin Kota Mataram menjadi lebih baik. Persiapan politik juga sudah dilakukannya, termasuk menentukan pasangan.

a�?Tinggal selangkah lagi, pasangan sudah bisa ditentukan,a�? ujar anggota DPRD NTB ini.

Demikian juga Lalu Anas Amrullah. Pengusaha muda ini sangat optimistis dirinya bisa memimpin Mataram lebih baik dari pasangan Aman. Sejak awal ia sudah mendatangi beberapa partai politik, mendaftar dan menawarkan dirinya untuk diusung sebagai calon wali kota.

Delam membangun Kota Mataram, ia memiliki visi untuk membangun Kota Mataram menjadi kota yang ideal. Pertama, Mataram harus menjadi kota yang ramah lingkungan dan bersih. Pembangunan juga dilakukan dengan tidak melupakan potensi yang ada. Para pengusaha kecil menengah juga harus dilindungi agar tidak dilindas investor besar.

a�?Mereka harus tumbuh, kebijakan harus berkeadilan, artinya pembangunan harus dinikmati semua kalangan, jangan yang atas saja,a�? sindirnya.

Sektor usaha mikro kecil dan menengah harus benar-benar dikuatkan. Sebab, mereka langsung menyetuh ke masyarakat kecil. Bila mereka sudah siap bersiang, Kota Mataram akan benar-benar menjadi daerah maju. Berbagai kebijakan harus dilakukan untuk mendukung itu, seperti kemudahan berusaha, perbaikan infrastruktur, dan pembinaan berkelanjutan.

a�?Mereka harus menjadi pengusaha yang kreatif, maju, dan tangguh,a�? ujarnya.

Dua srikandi Mataram Hj Baiq Mirdiati dan Hj Wartiah juga siap memimpin Kota Mataram. Mereka ingin membuktikan bahwa perempuan bisa memimpin Kota Mataram.

a�?Sudah saatnya perempuan memimpin Mataram,a�? kata Hj Wartia��ah.

Politisi PPP ini mengaku akan membawa kota lebih baik bila diberikan mandat oleh rakyat. Kebijakan yang diterapkannya pro rakyat kecil, anak, dan perempuan.

Sementara politisi Partai Gerindra Hj Baiq Mirdiati tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam pemilu legislatif lalu, ia berhasil mendulang suara terbayak di partainya.

a�?Ini adalah panggilan hati nurani saya untuk maju. Saya akan terus maju,a�? katanya.

Berbeda dengan calon lainnya, Mirdiati melamar sebagai bakal calon wakil wali kota. Beberapa isu strategis yang akan menjadi perhatiannya adalah menyangkut kebersihan lingkungan, serta penataan kota yang saat ini dinilai semakin semrawut.

a�?Penataan kota kita saat ini tidak jelas, inilah yang harus dibenahi ke depannya,a�? sindirnya.
Mengenai dukungan politik, saat ini ia masih menunggu keputusan partainya. Apakah akan ditunjuk sebagai wakil wali kota atau tidak.

Ia berharap ke depan Kota Mataram akan semakin baik. a�?Siapapun pemimpinnya, masyarakat harus benar-benar sejahtera,a�? tutupnya. (sirtupillaili/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys