Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Ekspor Tambang NTB Melonjak Tajam

Bagikan

MATARAM – Nilai ekspor NTB bulan Mei 2015 tembus 287,826 juta US dolar. Nilai ini melonjak tajam, dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya yang mencapai 2,977 juta US dollar.

Lonjakan tajam disebabkan tingginya nilai ekspor barang tambang atau galian. “Bila dibandingkan bulan Mei tahun lalu kenaikan ekspor tambang NTB memang sangat tinggi,” kata Kepala BPS NTB Wahyuddin saat merilis perkembangan ekspor impor NTB bulan Mei 2015, Senin (15/6).

Pada bulan Mei 2015, kata Wahyuddin, ekspor sebagian besar ditujukan ke negara Jepang senilai 126,604 juta US dollar atau 43,99 persen, Korea Selatan senilai 86,581 juta US dollar atau 30,08 persen, dan Jerman senilai 72.888 juta US dollar atau 25,32 persen.

Wayuddin menuturkan, adapun jenis barang yang diekspor sebagian besar disumbang konsentrat tambang hingga 99,09 persen. Sementara gandum-ganduman hanya 0,48 persen atau senilai 1,380 juta US dollar dan perhiasan atau permata 0,33 persen senilai 956.614 US dollar. “Komoditi ikan dan udang yang diekspor adalah kepiting, ini mengalami penurunan karena pelarangan ekspor lobster serta beralihnya petani nelayan ke komoditi lain,” tuturnya.

Sementara nilai impor NTB bulan Mei 2015, lanjutnya, mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu 7,870 juta US dollar menjadi 16,102 juta US dollar. Dimana jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin sebesar 41,36 persen, benda-benda dari besi dan baja 26,66 persen dan bahan peledak 7,77 persen. “Untuk bahan peledak ini bongkar muatnya di Pelabuhan Benete kemungkinan keperluan untuk Newmont,” terang Wahyuddin.

Melihat kondisi ekspor impor ini, NTB mengalami kondisi surplus bulan Mei 2015 sebesar 279,956 juta US dollar. Dimana nilai ekspor lebih besar dari impor. Sementara neraca perdagangan luar negeri NTB bulan Januari hingga Mei 2015 mengalami surplus sebesar 486.730 juta US dollar. (ewi/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *