Ketik disini

Headline Tanjung

India dan AS Bantu KLU

Bagikan

* Atasi Masalah Sampah, Tawarkan Program Bank Sampah

TANJUNG – Persoalan sampah di kawasan wisata tiga gili, khususnya Gili Trawangan menjadi perhatian seluruh pemerhati lingkungan. Tidak hanya pemerhati lingkungan Indonesia, melainkan juga dunia internasional.

Atas dasar keperihatinan masalah sampah di tiga gili, istri Duta Besar India yang masuk dalam asosiasi Art Of Living bersama istri Duta Besar Amerika menemui Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, Senin (15/6). Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan Bank Sampah Sejahtera Febriarti Khairunisa.

“Kami ingin mencoba bekerja sama dengan pemerintah untuk menangani persoalan sampah di tiga gili khususnya Gili Trawangan,” kata istri Duta Besar India Neeru Sigh usai pertemuan.

Ditambahkannya, niatan menjalin kerja sama penanggulangan sampah ini terjadi setelah dirinya kerap singgah ke Gili trawangan. Ia merasa sedih melihat kenyataan sampah masih mengganggu keindahan Gili Trawangan.

”Kami bersyukur semua mendukung program yang kami tawarkan dan pemerintah siap menyiapkan kami lahannya. Kami juga sudah bertemu dengan Gubernur NTB dan Bupati Lombok Utara,” ujarnya.

”Kami akan mereplikasi Gili Trawangan agar menjadi indah dan lestari. Alam dan lingkungan tetap terjaga,” imbuhnya.

Dijelaskan, program yang ditawarkan adalah sistem pengelolaan terpadu dengan mengajak masyarakat memisahkan sampah organik dan anorganik. Caranya, kata Nihram, pihaknya menyiapkan wadah sampah secara terpisah. Kemudian, sampah dari wadah organik ini diolah menjadi pupuk organik yang digunakan menyuburkan lahan perkebunan.

”Hasil pertanian dan perkebunan nanti akan digunakan hotel dan restoran di Gili Trawangan. Jika memang hasilnya berlebih bisa dibawa ke daratan Lombok,” jelasnya.

Sedang untuk sampah anorganik seperti sampah kaleng dan sampah kaca akan dileburkan. Kemudian dikirim ke Surabaya untuk didaur ulang.

Sementara itu, pendiri Bank sampah Bintang Sejahtera Indonesia Febrianti Khairunnisa menjelaskan, program yang ditawarkan ini bisa dimanfaatkan masyarakat setelah didaur ulang. Sejauh ini, yang sudah dilakukan adalah membagikan kotak sampah kepada seluruh hotel dan restoran, serta rumah tangga di Gili Trawangan.

“Mereka membeli kotak sampah dari kami dan kami yang langsung mengelolanya. Pemerintah sudah setuju dan akan menyiapkan lahan seluas 9 are untuk tempat daur ulang,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu mengaku sudah bertemu dengan para istri duta besar seperti India dan AS. Mereka menawarkan konsep program pengelolaan sampah terpadu.

”Kami sangat mendukung langkah positif ini,”ujarnya.

Ditambahkan, apapun langkah yang dilakukan siapapun di Gili Trawangan, sepanjang menyangkut persoalan sampah, menurutnya, pemerintah akan mendukung sepenuhnya.

”Saya sudah langsung perintahkan pihak Kantor Kebersihan dan Kantor Lingkungan Hidup beserta Bappeda untuk menindaklanjutinya terkait kegiatan apa yang harus dilakukan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Djohan mengatakan untuk masalah lahan, daerah akan berkoordinasi dengan pemprov. ”Pemkab tidak punya lahan disana, tetapi kita akan berkoordinasi. Saya kira pak gubernur mengizinkan kita tinggal memanfaatkan,” katanya.

”Persoalan sampah di Gili Trawangan ini memang perlu dikerjakan keroyokan,” imbuhnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *