Ketik disini

NASIONAL

KPK Akhiri Hatrick Kekalahan

Bagikan

Jakarta – Tren kekalahan yang dialami KPK di tiga sidang praperadilan terakhir berhasil dihentikan. Kemarin, lembaga antirasuah itu berhasil mengandaskan gugatan praperadilan yang diajukan mantan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Suroso Atmo Martoyo. Dalam putusannya, gugatan praperadilan Suroso dinyatakan gugur.

“Atas pertimbangan yang sudah dibacakan di atas, kami menyatakan praperadilan gugur,” ujar hakim tunggal Martin Ponto Bidara saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Keputusan itu diambil setelah berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan KPK ke Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi). Bahkan, sidang pokok perkaranya sudah dibuka pada 11 Juni lalu. Berdasarkan pasal 82 ayat 1 D KUHAP, praperadilan otomatis gugur ketika berkas sudah dilimpahkan.

Menanggapi keputusan itu, kuasa hukum Suroso, Jonas M Sihaloho tidak bisa mneyembunyikan rasa kecewanya. Dia menilai KPK sengaja menunda proses praperadilan, sambil mempercepat pelimpahan berkas ke pengadilan.

“Kami kecewa, karena ini hanya masalah waktu yang tipis,” ujarnya usai persidangan.

Dia menyayangkan keputusan KPK yang dua kali tidak menghadiri praperadilan tanpa keterangan.

“Seandainya tidak ditunda dua kali,” ungkapnya meratapi.

Kendati demikian, Jonas mengaku tidak patah arang. Dia dan kliennya mengaku menghormati keputusan pengadilan dan siap menghadapi sidang pokok perkara.

Sementara itu, kuasa hukum KPK Nur Chusniah membantah tuduhan Jonas terkait strategi KPK mengulur-ulur waktu. Menurutnya, penundaan selama dua minggu yang diajukan KPK digunakan untuk persiapan.

“Selain menyiapkan jawaban, kita juga perlu menyiapkan ahli. Kan ahli harus janjian dulu,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan jika permohonan penundaan itu dilakukan secara resmi melalui surat. Hanya saja, surat tersebut tidak disampaikan ke hakim.

Adapun terkait dipercepatnya pelimpahan berkas ke pengadilan tipikor, Chusniah mengatakan itu kebijakan bagian penindakkan. Sepengetahuannya, percepatan pelimpahan berkas memang menjadi strategi KPK dalam menghadapi gelombang praperadilan.

“Agar cepat disidangkan,” katanya. (far/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *