Ketik disini

Headline Metropolis

Melawan Aman

Bagikan

* Sejumlah Balon Ogah Dibilang Pelengkap

MATARAM – Para penantang bakal calon Wali Kota- Wakil Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman) menegaskan mereka bukan sekadar pelengkap pesta demokrasi. Mereka datang untuk menang dan merebut kekuasaan dari pasangan incumbent itu.

Tak bisa dipungkiri, anggapan bahwa pasangan Aman masih di atas angin membuat para tokoh politik di Mataram ciut. Mereka tidak berani maju secara terang-terangan. Mereka memilih melalui proses pertimbangan panjang.

Mereka takut jika energi politik terbuang sia-sia. Meski belum ada survei valid tentang hal ini, secara kasat mata, Aman memang masih jadi primadona warga Mataram.

Kemesraan pasangan Aman juga bisa menjadi senjata mematikan yang bisa meghancurkan hasrat berkuasa penantangnya. Apalagi, itu ditambah dengan fakta kemajuan Mataram dalam lima tahun terakhir.

Di tangan Aman, Mataram memang tidak sempurna. Namun, mereka mampu membawa perubahan. Membawa ibu kota Provinsi NTB ini lebih maju dalam segala aspek. Mulai dari sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana publik.

Jalan-jalan di Mataram sebagian besar mulus untuk dilalui. Ekonomi meningkat. Penyerapan tenaga kerja juga cukup signifikan. Begitupun dengan tingginya investasi yang masuk ke daerah ini. Sehingga, tak heran, sejumlah bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang ingin menggesernya, berpikir seribu kali sebelum memutuskan maju bertarung di Pilkada 2015 mendatang.

Beberapa tokoh memang sudah mendaftar lewat jalur partai. Sebut saja H MNS Kasdiono, H Abdul Karim, Lalu Anas Amrullah, Hj Wartia��ah, dan Hj Baik Mirdiati. Namun mereka juga belum tentu akan diterima partai. Mereka hanya terkesan coba-coba.

Buktinya, pasca mendaftar, mereka seperti ragu. Sampai saat ini, belum ada pasangan baru selain Aman yang terbentuk. Masing-masing bakal calon belum memiliki pasangan alias jomblo.

Kondisi ini memunculkan spekulasi di kalangan masyarakat, termasuk dari kalangan politisi. Bahwa mereka yang maju hanya sekedar menjadi pelengkap. Bertarung untuk mempertaruhkan gengsi partai dan nama besar tokoh.

Spekulasi ini dibantah Ketua DPC Partai Demokrat Kota Mataram HM Zaini. Ia menegaskan, partainya maju untuk mendapatkan kemenangan. Bukan sekadar menjadi pelengkap pasangan yang sudah ada atau gagah-gagahan. a�?Kalau kita maju jelas untuk menang,a�? tegasnya.

Menurutnya, anggapan bahwa partainya hanya menjadi pelengkap salah besar. Sebab partainya sangat serius mempersiapkan diri menjadi pemenang.

Meski belum ada bakal calon yang direkomendasikan, atau pasangan yang diusung. Bukan berarti mereka setengah hati. a�?Kita harus menungggu mekanisme partai yang sedang berjalan, sekarang masih di tingkatan DPC,a�? jelasnya.

Zaini menebar ancaman. Bila sudah waktunya nanti partainya akan membuktikan, mereka solid dan kuat. Saat ini memang masih dalam tahap persiapan. Prosesnya lama karena pihaknya tidak ingin buru-buru ambil keputusan.

Partai Demokrat mengaku butuh hasil survei yang jelas, dan kesepakatan dengan partai koalisi. Tidak sekadar maju tapi tidak memiliki hitungan. a�?Ketika kami mengajukan calon, maka kami harus menang,a�? tegas Zaini.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram H Muhtar. Menurutnya semua orang punya peluang yang sama untuk menang. Proses seleksi calon lama karena yang diurus DPP sampai 200-an daerah dari seluruh Indonesia. Tentunya harus melalui seleksi ketat. a�?Kitakan ingin menang, bukan ingin kalah,a�? cetusnya.

Untuk menentukan calon yang diusung, tentu juga dengan pertimbangan survei serta visi misinya ke depan seperti apa. Muhtar membantah jika partainya mengusung calon hanya untuk gagah-gagahan.
a�?Tidak seperti itu, semuanya punya peluang,a�? tandas wakil ketua bidang politik dan hukum Gerindra ini.

Terpisah, bakal calon wali kota H Abdul Karim juga menyatakan dirinya sangat siap untuk bersaing secara sehat. Tidak ada keraguan. Apalagi hanya dikatakan pelengkap. a�?Sangat serius. Kalau tidak, ngapain saya daftar,a�? bantahnya.

Mengenai pasangan, tidak lama lagi publik akan tahu siapa pasangannya. Sebab komunikasi dan kesepakatan politik semakin intens dilakukan. Jenjang dan tahapan seleksi juga sudah dilakuan. a�?Tinggal selangkah lagi, tunggu saja,a�? bebernya.

Sementara itu, bakal calon dari Demokrat juga sama. Ia memiliki visi misi yang jelas dalam membangun kota. Keseriusan itu ditunjukkan dengan ikut dalam proses tahapan politik. Kasdiono yakin dirinya bisa menang dalam Pilkada Kota Mataram 2015.

Dari lima wajah yang mendaftar di sejumlah partai, Kasdiono memang terlihat paling serius. Mantan Ketua KONI NTB ini sudah mulai memasang baliho dan banner di sejumlah ruas jalan. Baik di jalan lingkungan maupun protokol.

Sayangnya, aksi berani Kasdiono ini tak sepenuhnya mendapat respons positif dari masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang mencibirnya. Sebab, ia dinilai merusak keindahan Kota Mataram karena memasang baliho serta banner secara sembarangan.

a�?Belum jadi saja sudah melanggar aturan. Merusak kota lagi, gimana kalau nanti sudah jadi wali kota,a�? cibir Mahnan, salah satu warga Mataram.(ili/8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *