Ketik disini

Sumbawa

Pabrik Rumput Laut Kertasari Diresmikan

Bagikan

*Kyai Zul: Ke depan, Pabrik Harus Bisa Hasilkan Produk Akhir

TALIWANG a�� Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi kabupaten pertama yang memiliki pabrik pengolahan rumput laut. Pabrik yang berlokasi di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang itu sekaligus menjadi pabrik pengolahan terbesar yang ada di Provinsi NTB.

Senin kemarin, pabrik tersebut diresmikan Bupati KSB Dr KH Zulkifli Muhadli SH,MM. Pabrik itu nantinya akan memproduksi bahan baku setengah jadi untuk kebutuhan industri baik makanan maupun untuk kencantikan. a�?a��Ke depan, kita harapkan pabrik rumput laut ini tidak hanya menghasilkan bahan rumput laut setengah jadi, tapi harus dalam produk utuh, baik itu untuk makanan maupun kecantikan,a��a�� harap Kyai Zul, sebelum peresmian.

Peresmian pabrik rumput laut ini sekaligus mengurangi pekerjaan rumah (PR) Kyai Zul yang harus dituntaskan menjelang masa akhir pengabdian orang nomor satu di KSB ini selama dua periode. Kyai Zul mengakui, sejak awal memimpikan adanya pabrik rumput laut di KSB. Hal itu disebabkan, potensi pengembangan rumput laut diwilayah penghasil tembaga dan emas itu sangat tinggi. Namun selama ini, masih dikirim dalam bentuk bahan mentah. a�?a��Sudah bertahun-tahun kita harapkan adanya pabrik seperti ini di KSB, pabrik ini sebenarnya sudah lama berproduksi, tapi memang baru kali ini diresmikan pengoperasiannya,a��a�� paparnya.

Kyai Zul juga sempat berseloroh hingga membuat tamu undangan yang hadir tertawa. Menurut Kyai Zul, pola peresmian program atau pembangunan seperti ini tidak boleh diawali peletakan batu pertama. Arus beroperasi dulu, baru diresmikan.

a�?a��Saya punya pengalaman menarik selama menjadi bupati, ada tiga kali peletakan batu pertama untuk membangun wisma yang sekarang menjadi Hotel Grand Royal Taliwang,a��a��katanya.

Peletakan pertama dilakukan Dirjen, tapi gagal dibangun, demikian yang kedua, juga gagal bahkan banyak menyisahkan masalah bagi pemerintah.

a�?a��Baru setelah peletakan batu untuk ketiga kalinya dan kebetulan saya sendiri yang melakukan, baru hotel itu berdiri. Ini bisa jadi pelajaran, intinya jangan dulu diresmikan, suruh jalan (bangun) dulu, setelah itu baru diresmikan. Dan ini terbukti, seperti pabrik rumput laut ini, kita bangun dan operasikan dulu, baru sekarang kita lakukan seremonialnya,a��a��sebutnya disambut tawa para para undangan.

Khusus untuk pabrik rumput laut ini, Kyai Zul berharap pada tahun 2016 mendatang, pabrik tersebut sudah bisa memproduksi sendiri barang utuh, atau yang sudah bisa langsung dipasarkan.

a�?a��2016 sudah harus ada produk turunan dari bahan baku ini. Paling tidak seperti sabun kencantikan, itu sudah mulai digagas. Kita harap ada keberpihan Gubernur NTB, bagaimana mewajibkan hotel-hotel yang beroperasi di NTB itu bisa menggunakan sabun-sabun Made In Kertasari. Karena ini pasti akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat,a��a�� pintanya.

Penggunaan bahan baku berupa rumput laut ini jauh lebih sehat dan alami. Sehingga sangat memudahkan mendapatkan pasar di NTB. a�?a��Bukan hanya NTB tapi juga sampai pasar nasional bahkan internasional. Kerja sama seperti ini harus ditingkatkan, tentunya dengan melibatkan koperasi dan pemerintah setempat,a��a�� tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan UMKM NTB, Drs H Supran MM mengatakan, Pemrov NTB memberikan apresiasi khusus atas beroperasinya pabrik rumput laut di Desa Kertasari. Apalagi CV Ocean Tresh menjalin kemitraan dengan sejumlah koperasi yang ada. Sama dengan Kyai Zul, Pemprov NTB juga meminta agar pabrik rumput laut ini tidak hanya menghasilkan barang setengah jadi, tapi bagaimana kedepannya bisa menghasilkan produk akhir (siap pakai).

a�?a��Potensi rumput laut ini tidak pernah habis. Kabupaten/Kota lai di NTB diharapkan juga melaksanakan hal seperti ini. KSB harus menjadi pilot projeck dalam mengenalkan rumput laut pada tahun 2018 mendatang,a��a�� harapnya.

Pemprov NTB juga berjanji akan membantu Pemda KSB untuk melakukan lobi ke pemerintah pusat, sehingga sejumlah dana segar yang ada disejumlah kementerian bisa dialokasikan ke KSB. a�?a��Kementerian koperasi itu punya kekuatan, ada lembaga yang namanya LPDB, setiap provinsi bisa mendapatkan pinjaman lunak. Kalau koperasi pasir putih dapat berkembang, kita akan fasilitasi untuk dibawa ke provinsi dan nanti akan dilanjutkan kepusat untuk mendapat dana bantuan pengembangan. Untuk koperasi ini, tinggal bagaimana pemerintah kabupaten/kota bisa melihat potensi tersebut,a��a�� tandasnya.

Sementara itu, Prof. Ir Hj Lina Hardjito M Sc direktur utama CV Ocean Tresh dalam sembutannya mengatakan, pabrik rumput laut yang dioperasikan diwilayah Kertasari kedepan akan terus dikembangkan. Selain akan memberikan dampak yang cukup besar bagi ekonomi masyarakat, pihaknya juga tetap melakukan pendampingan kepada masyarakat dan kelompoksetempat.

a�?a��Untuk sementara kita hanya bisa menghasilkan barang setengah jadi. Tapi kita juga harap ada dukungan pemerintah, bagaimana produksi itu bisa menghasilkan produk akhir,a��a�� harapnya.

Wanita yang juga merupakan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menambahkan, selain itu tenaga kerja yang dipekerjakan wilayah itu mengambil masyarakat setempat. a�?a��Pemberdayaan kepada masyarakat tetap kami lakukan. Bahkan dari hasil olahan pabrik ini, nanti bisa menghasilkan pupuk bagi petani. Nah untuk CSRnya, kami akan membagikan pupuk itu secara gratis kepada masyarakat. Pupuknya itu merupakan bekas dari olahan pabrik ini sendiri,a��a�� tambahnya.(far/*/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *