Ketik disini

NASIONAL

Pasokan Aman, Harga Naik 20 Persen

Bagikan

* Permintaan Ikan di Bulan Ramadan

JAKARTA – Menjelang bulan Ramadan, Kementerian Kelautan dan Perikanan optimistis pasokan ikan akan aman hingga lebaran. Permintaan ini jelas akan berdampak pada kenaikan harga. Terutama di kota-kota besar yang bukan produsen utama ikan. Yakni, Jakarta, Bandung dan Surabaya.

“Saya rasa stok ikan akan aman. Banyak ikan yang landing,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kemarin di Jakarta.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung menyebutkan peningkatan kebutuhan ikan biasanya meningkat selama puasa hingga H+7 lebaran. Selama bulan puasa, kebutuhan ikan nasional diprediksi akan meningkat sekitar 20 persen atau 5.000 ton per harinya.

Berdasarkan data KKP, perkiraan kebutuhan ikan nasional bulan Ramadan mencapai 1,18 juta ton. Sedangkan, ketersediaan ikan nasional hingga H+7 sebesar 1,25 juta ton. Menteri Susi pun menyebutkan juga akan menggunakan stok 20.000 ton dari kapal yang terindikasi ilegal fishing.

“Bila itu diperlukan untuk membantu suplai di pasar,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan di Jakarta, pasokan utama ikan laut berasal dari Muara Angke dan Muara Baru. Sedangkan ikan air tawar, berasal dari Waduk Cirata, Waduk Jatiluhur dan Waduk Sagulung dan perikanan Budidaya di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, bandeng yang akan memenuhi pasar Jakarta dan Surabaya jenisnya mencakup bandeng segar dan bandeng beku (frozen). Permintaan ini biasanya mengalami kenaikan antara 100-150 persen.

Kondisi ini juga menyebabkan kecenderungan kenaikan harga ikan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya permintaan ikan di pasar.

“Menjelang puasa dan lebaran, harga ikan naik 10-20 persen,” jelas Saut Hutagalung.

Kenaikan harga ini bersifat tentatif. Yakni, kenaikan pada H-7 sebelum puasa dan H-4 hingga H+7 lebaran. Namun, normal pada minggu kedua puasa.

Jenis ikan yang dipredikasi akan naik diantaranya udang, gurame, lele, nila (Yogyakarta), Gurame dan Nila (Banding), Bandeng (Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jabodetabek dan Banten, dan kerapu (Manado).

“Kami pun akan melakukan konsolidasi dan komunikasi untuk mengamankan pasokan dan permintaan. Baik dengan supplier besar, ritel modern, maupun asosiasi,” pungkas Saut. (lus/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *