Ketik disini

Tanjung

Pedagang Protes, Minta Pol PP Bidik Suplier

Bagikan

* Dari Razia Kembang Api dan Petasan

Ramadhan menjadi bulan berkah bagi masyarakat. Selain menambah pahala, juga dimanfaatkan untuk meraup rupiah dengan menjual barang yang identik seperti kembang api dan petasan. Namun tidak sedikit kembang api dan petasan mengganggu ibadah yang dilakukan masyarakat karena bunyi yang keras. Satpol PP Lombok Utara pun menggelar razia kembang api dan petasan di sejumlah pedagang di Tanjung, kemarin.

***

MEMASUKI Ramadhan, banyak ditemukan pedagang kembang api dan petasan hampir di sepanjang ruas jalan utama di Tanjung, Lombok Utara. Bermodal satu unit meja berukuran sedang, pedagang tampak mulai menempati titik-titik yang dianggap strategis.

Untuk tetap menjaga suasana selama Ramadan tetap kondusif, Satpol PP Lombok Utara pun menggelar razia kembang api dan petasan. Melibatkan puluhan anggotanya, satuan penegak perda ini menyisir pedagang kembang api yang mangkal di pasar tradisional Tanjung dan terminal Tanjung.

a�?Ini tindak lanjut dari rakor yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu,a�? ujar Kasat Pol PP Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi, Senin (15/6).

Pantauan Lombok Post, di lokasi pertama tepat depan pasar Tanjung, Satpol PP menyita sejumlah kembang api berukuran cukup besar yang ternyata tidak sesuai dengan jenis kembang api yang diizinkan untuk dijual. Namun, penyitaan oleh Satpol PP ini mendapat protes pedagang. a�?Kalau mau razia jangan kita saja. Itu distributor dan suplier juga harus dirazia,a�? cetus salah seorang pedagang.

Bahkan karena merasa kesal barang dagangannya disita, pedagang mengajak Satpol PP masuk ke dalam pasar Tanjung dimana banyak pedagang kembang api dan petasan di sana. Satpol PP akhirnya masuk ke dalam pasar Tanjung dan memeriksa blok demi blok yang di dalam pasar namun tidak ditemukan pedagang kembang api.

Setelah memeriksa pasar, Satpol PP bergerak ke seputaran eks terminal Tanjung. Di lokasi kedua ini, banyak ditemukan pedagang kembang api dan petasan yang ternyata tidak memiliki izin berjualan kembang api dan petasan.

Namun Satpol PP tidak menyita kembang api yang dijual pedagang tersebut karena pedagang berdalih sedang mengurus izinnya.

a�?Sedang diurus izinnya, nanti kalau sudah ada saya perlihatkan,a�? kata salah seorang pedagang kembang api yang ada di sekitar eks terminal Tanjung.

Ditemui usai razia, Anding menjelaskan seluruh agen, distributor dan pedagang yang menjual kembang api tanpa izin akan ditertibkan. Pihaknya akan menyita kembang api yang tidak sesuai dengan jenis yang diperbolehkan dijual sesuai surat yang sudah dikeluarkan Polisi.

a�?Kita tertibkan sesuai surat yang sudah dikeluarkan,a�? tandasnya.

Sebelum melakukan penertiban, Satpol PP sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang guna mengurus izin penjualan kembang api ke Polisi.

a�?Jika ditemukan tidak sesuai dengan jenis yang diperbolehkan dijual tetap akan kita sita meski mereka sudah memiliki izin,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, razia pedagang kembang api ini akan dilakukan terus menerus hingga H-7 Lebaran nanti. Seperti diketahui menjelang Lebaran pedagang kembang api ini akan semakin menjamur, bahkan tidak sedikit pedagang nekat menjual petasan maupun kembang api berbunyi keras dengan dalih banyak dicari masyarakat untuk memeriahkan malam takbiran. (Pujo Nugroho/Tanjung)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys