Ketik disini

Kriminal

Woi…Sudah Bertato, Kok Masih Cengeng

Bagikan

* RH, Bandar Narkoba yang Nangis Diinterogasi Polisi

Jika melihat di film film aksi, bandar narkoba akan terlihat garang dan sangar. Saat ditangkap polisi pun mereka akan tetap menunjukkan kegarangannya. Tapi lain halnya dengan RH yang menangis setelah ditangkap dan diintrogasi polisi.

Biasanya, bandar narkoba identik dengan pria seram, bertato, ganas dan sebagainya. Namun, berbeda dengan RH, 42 tahun asal Jeruk Manis, Kecamatan Cakranegara.

RH menangis tersedu-sedu di hadapan tahanan lainnya. Ia tiba-tiba berteriak histeris ketika Kasubag Humas AKP I Wayan Suteja menginterogasinya di hadapan awak media yang akan mengambil gambarnya. “Lah, kenapa nangis?” tanya Suteja sambil menahan tawanya.

Entah untuk menghindari pertanyaan polisi atau alergi pers, pria dengan tato di lengan sebelah kiri itu pun hanya menangis tanpa mengeluarkan sepatah kata. Tiga tahanan lain yang ditangkap bersamanya pun hanya menganga melihat tingkahnya.

Sontak kejadian tersebut membuat tahanan yang tadinya sedang bersantai di dalam sel pun berkumpul di sebuah ruangan yang terbagi menjadi beberapa kamar sel. Mereka berdesakan di sebuah pintu jeruji besi kecil yang menjadi satu satunya jalan mereka bertemu dengan orang luar. “Bro, nggak malu sama tato?” celetuk salah satu tahanan.

Namun celetukan tahanan lain tersebut tidak membuatnya diam. Mungkin karena merasa terhina, RH pun semakin mengencangkan suara tangisannya yang membuat salah satu tahanan jengkel. “Woy…diem sudah, sama kita semua di sini, cengeng sekali,” bentaknya.

Namun lagi-lagi itu tak membuatnya menghentikan tangisannya yang justru membuatnya terlihat seperti anak kecil meminta permen dari orang tuanya. Ia menempelkan wajahnya di tembok dengan air mata yang mengucur deras dari kedua matanya.

Suteja pun memasukkannya kembali ke dalam sel untuk membuatnya lebih tenang. Sambil mengusap air matanya dengan tangannya yang bertato, ia kembali masuk ke dalam kamar selnya yang mungkin saja melemparkan badannya ke kasurnya seperti film India.

Sebelumnya, RH ditangkap bersama tiga orang temannya berinisial AN, 25 tahun; SK, 26 tahun; dan seorang wanita NWS, 21 tahun. Mereka ditangkap setelah RH diintai selama enam bulan oleh anggota Sat Narkoba Polres Mataram.

“Dari hasil penangkapan Eliz yang sebelumnya di tangkap bersama AW, kemudian di kembangkan hingga RH tertangkap,” tandas Suteja. (*/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *