Ketik disini

Headline Praya

Lengkap Sudah Penderitaan Panwaslu

Bagikan

* Mobil Rongsokan, Fasilitas dan Anggaran Minim

Sudah berkali-kali Panwaslu Lombok Tengah mengajukan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung kelancaran tugas mereka. Namun, belum jelas kapan direalisasikan.

***

IRONIS, keberadaan Panwaslu di Gumi Tatas Tuhu Trasna justru dianggap pelengkap pelipu lara. Mereka dipandang sebelah mata. Padahal, tugas mereka berat. Tidak saja mengawasi pelaksanaan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU), tapi lebih dari itu. Dari sisi sumberdaya manusia sudah mumpuni. Namun, tidak diimbangi kesiapan fasilitas, sarana dan prasarana.

Sebut saja, satu kendaraan operasional pikap yang diberikan bagian aset Setda Loteng. Bisa dibilang kendaraan itu rongsokan. Nomor polisi dibelakang copot, hanya tersisa didepan saja. Di beberapa titik badan mobil penyot, untuk membuka dan menutup pintu perlu tenaga keras. Mesin memprihatinkan dan banyak lagi.

Komisioner Panwaslu pun takut membawa kendaraan itu ke desa atau dusun terpencil. Misalnya, Desa Serage atau Montong Sapah Praya Barat Daya. Melihat kondisi kendaraan itu, mereka memutuskan hanya digunakan untuk kebutuhan di area Praya saja. Kalau dibawa ketempat jauh, khawatirnya macet.

Bagi Panwaslu, kebutuhan operasional kendaraan penting guna kelancaran tugas dan fungsi pengawasan. Termasuk, koordinasi dengan Panwascam atau pengawas pemilu lapangan (PPL) tingkat desa/kelurahan di Loteng. Mereka pun mengibaratkan tentara yang mau berperang. Kebutuhan personil lengkap, tapi senjatanya kurang.

a�?Kami ini bekerja 24 jam, tapi kenapa kami disepelekan seperti ini. Sebelumnya, kami ajukan dua kendaraan operasional yang layak, malah yang dikasi sangat memprihatinkan,a�? kata Ketua Panwaslu Loteng Lalu Darmawan, Selasa (16/6).

Sembari memperlihatkan kondisi kendaraan operasionalnya itu, Darmawan hanya bisa memberikan semangat agar anggotanya tetap bekerja maksimal. a�?Sebenarnya, kami tidak perlu mengajukan atau meminta-minta kepada pemerintah. Harusnya, mereka peka dengan tugas Panwaslu,a�? sindirnya.

Dikatakan, penyelenggara pemilu bukan saja KPU. Keberadaan Panwaslu setara dengan KPU. Hanya berbeda tupoksi tugas dan fungsi saja. Namun, tujuannya sama yaitu mensukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi. a�?Tolong kami jangan dipersulit,a�? tegas Darmawan.

Apalagi, pihaknya telah berkali-kali meminta fasilitas, sarana dan prasarana pendukung kantor. Sebut saja, laptop, komputer, alat tulis kantor (ATK) dan meubeler. Lagi-lagi, yang diberikan tidak sesuai usulan. Salah satu contoh, laptop yang diajukan tiga unit, hanya diberikan satu unit saja. a�?Ini bagaimana kita mau bekerja maksimal. Alat berperang kita minim, bahkan tidak ada,a�? ujarnya.

Parahnya lagi, tambah Darmawan, anggaran Panwaslu hanya diberikan Rp 2 miliar saja. Padahalnya idealnya Rp 3-4 miliar. Itu pun dicairkan dengan sistem pengajuan tiga bulan sekali. Artinya, anggaran itu tidak dipegang Panwaslu, melainkan pemerintah. a�?Ini apa-apaan,a�? tegasnya.

Dijelaskan, dari delapan pokja di Panwaslu hanya satu yang baru dicairkan anggarannya yaitu pokja rekruitmen Panwascam. Sisanya, pokja pengawasan DP4, pencalonan, pungut hitung, kampanye, distribusi logistik dan pokja pengawasan DPS serta DPT kosong. a�?Lengkap sudah penderitaan kami,a�? sindir Darmawan.

Kendati demikian, pihaknya tidak lantas mau menyerah. Dalam waktu dekat, pihaknya kembali jemput bola. Dengan harapan, di APBD perubahan anggaran ditambah. Begitu pula urusan kebutuhan lain-lainnya. a�?Mudah-mudahan pemkab memahami dan mengerti,a�? kata Darmawan.

Ketua Devisi Kelembagaan dan Sumberdaya Manusia Panwaslu Loteng Ahmad Fatoni mengatakan, pemkab telah menjanjikan akan memberikan kebutuhan yang diusulkan Panwaslu. Namun, sampai sekarang belum jelas kapan direalisasikan. Padahal, tahapan pilkada telah dimulai. Ditandai pendaftaran calon perseorangan yang dibuka sejak 11-15 Juni lalu.

a�?Ingat, ujung tombak suksesnya pilkada ini juga ada di tangan kami. Jadi, tolong jangan kami dipandang sebelah mata seperti ini,a�? tegas Fatoni.

Dia menekankan, jika Panwaslu mengeluarkan rekomendasi hukum atas tugas KPU yang telah dijalankan, maka dipastikan tahapan yang dijalankan KPU cacat. Artinya, ungkap Fatoni tidak akan sah apa yang dikerjakan KPU, apabila tidak diimbangi dengan Panwaslu.

Sehingga, keberadaan Panwaslu penting untuk meminimalisir kecurigaan politis yang dilayangkan partai politik (parpol) maupun bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati.

a�?Dibanding kabupaten/kota di NTB yang menyelenggarakan pilkada serentak. Kita paling memprihatinkan dari segala sisi,a�? ujarnya.

Teriakan dan sindiran yang disampaikan Panwaslu ke pemkab, lanjut Fatoni masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Tidak ada yang direalisasikan. a�?Atas dasar itu, kami mohon bantuan seluruh elemen masyarakat Loteng, untuk ikut membantu tugas Panwaslu,a�? sebutnya.

Menanggapi hal itu, Kabag Aset Setda Loteng H Muhamad menjelaskan, kendaraan operasional yang dianggap rongsokan tersebut diperolah dari salah satu dinas teknis lingkup pemkab. Aset itu sifatnya pinjam pakai, begitu pula fasilitas, sarana dan prasarana pendukung lainnya. Termasuk, bangunan kantor Panwaslu.

a�?Aset kendaraan itu tidak ada di kami, sehingga kami menyurati dua SKPM memohon memberikan pinjaman kendaraan ke Panwaslu. Tapi, baru satu yang direalisasikan,a�? ujarnya.

Diakui, kendaraan pikap yang diberikan SKPM bersangkutan, tentu sesuai permintaan Panwaslu itu sendiri. Soal kemudian, kendaraan itu tidak layak. Maka, sebaiknya komisioner Panwaslu kembali melayangkan surat ke Asisten atau Sekda HL Supardan. Sehingga, ada perintah dari atasan menyerahkan kendaraan operasional baru ke Panwaslu.

a�?Terus terang saja, kalau kami yang meminta pasti tidak dihiraukan. Karena, perbedaan eselon. Beda kalau Sekda yang turun tangan,a�? kata Muhamad.

Menurutnya, itu merupakan satu-satunya solusi menjawab permasalahan yang dihadapi Panwaslu. Begitu pula soal tambahan anggaran. a�?Langkah solutif itu sudah saya sampaikan ke Panwaslu. Apakah, mereka telah menjalankan atau tidak, saya tidak tahu perkembangannya,a�? lanjut Muhamad.

Kendati demikian, pihaknya siap mengawal kelancaran dan kesuksesan kinerja Panwaslu. a�?Kita tetap mendukung kinerja Panwaslu,a�? tambah Muhamad.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *