Ketik disini

Headline Metropolis

Mulai Main Kotor Nih!

Bagikan

* Pendukung Balon Wali Kota Saling “Serang”

MATARAM — Proses demokrasi di Kota Mataram mulai memanas. Saling serang antar calon dan pendukungnya sudah terjadi.

Misalnya saja tuduhan pendukung H MNS Kasdiono, Andi Mardan yang mengarah ke pasangan bakal calon incumbent H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman). Ia menuding, pasangan yang kini memimpin Mataram itu tidak memberikan calon lain berkembang.

”Saya pikir demokrasi di Mataram mundur. Kebebasan orang seperti bakal calon dimatikan. Inikan masih bakal calon yang mau muncul,” tuding politisi Demokrat ini.

Ia mengklaim, poster Kasdiono yang dipasang sering hilang, juga dirobek-robek. Siang hari dipasang, malam harinya sudah hilang. ”Hanya bertahan sehari saja. Rata-rata hilang. Sekarang dipasang, hilang dah besok paginya,” ungkap Andi.

Baginya, permainan seperti ini menjadi salah satu indikator mundurnya demokrasi di Kota Mataram. Di sisi lain, baliho Partai Hanura yang memasang gambar pasangan Aman tidak dipermasalahkan.

Sementara poster yang mereka pasang dianggap merusak kota, dituding membuat semrawut. ”Bagi saya itu adalah hal-hal yang tidak mesti ditanggapi berlebihan. Kalau mau balik, kota memang sudah kotor, masa baliho orang yang mau maju dianggap mengotori,” kritiknya.

Andi berharap, demokrasi dibiarkan berjalan dengan baik. KPU dan panwaslu juga belum memiliki aturan untuk pemasangan baliho atau alat peraga kampanye. ”Karena belum tahapan,” ujarnya.

Sementara Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Aman, H Muhir membatah bila perusakan poster dilakukan tim Aman. Kalaupun ada oknum yang merusak, itu adalah oknum tidak bertanggung jawab yang ingin mengadu domba. ”Saya tegaskan itu bukan perbuatan Aman. Kami tidak pernah dan tidak akan menyuruh pendukung Aman berbuat curang,” tegas Muhir.

Sejak awal, H Ahyar Abduh sudah mengingatkan agar para tim pemenang tidak terpancing emosi. Ia meminta para pendukungnya bermain lebih cerdas. Karena memang, kelas pasangan Aman berbeda dengan yang lain.

Menurut Muhir, pantang bagi pendukung pasangan Aman melakukan tindakan yang merugikan pasangan lain. Persaingan harus tetap dilakukan secara sehat sehingga demokrasi tetap berjalan dengan baik.

”Instruksi sejak awal Pak Ahyar, tidak boleh main kasar. Sekali lagi, pasangan Aman adalah pasangan berkelas. Jadi mainnya harus cerdas sesuai aturan,” ujar politisi Golkar ini.

Untuk pemenangan, timnya sangat siap. Mereka tidak akan gentar melawan siapa pun. Sebab mereka yakin Aman bisa menang dalam Pilkada Kota Mataram. Komunikasi dengan partai lain juga sudah dilakukan jauh haris sebelumnya. Beberapa partai juga sudah menyatakan dukungan. Tinggal mematangkan strategi mempertahankan kemenangan.

Di tempat terpisah, Ketua Panwaslu Kota Mataram Srino Mahyaruddin mengatakan, pihaknya belum bisa berbuat apa-apa terkait pemasangan alat praga kampanye oleh sejumlah balon wali kota. Alasannya, para kandidat tersebut belum menjadi calon wali kota dan wakil wali kota.

Ia menambahkan, permasalahan baliho, stiker, dan spanduk masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Mataram. “Panwaslu tidak memiliki wewenang melarang. Mereka masih dalam tahap bakal calon. Kami baru akan awasi ketika sudah menjadi calon,” ujarnya.

Terkait dugaan safari politik jelang ramadan, Panwaslu memperbolehkan sepanjang sesuai aturan. Setiap Balon memiliki hak untuk melakukan persiapan. “Terkait Ramadan, itu merupakan bagian sosialisasi mereka. Sah-sah saja selama belum ada aturan yang melarang,” ucap Srino.

Dijelaskan, kegiatan Panwaslu saat ini adalah mempersiapkan jajarannya hingga tingkat bawah. Ia memeriksa kesiapan jajaran mengenai persiapan di lapangan. Panwaslu lebih menyorot tahapan yang dilakukan KPU sebagai penyelenggara pemilu. “Pengawasan lebih intensif jika mereka sudah menjadi calon wali kota dan wakil wali kota,” jelasnya.(ili/cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *