Ketik disini

Metropolis

Penanggulangan Sampah Belum Optimal

Bagikan

* Istri Dubes India dan AS Tawarkan Bantuan

MATARAM – Istri Duta Besar (Dubes) India Neruu Singh berkunjung ke Mataram, kemarin. Kunjungan tersebut pembicaraan penanggulangan sampah di Mataram. “Kami ingin menyampaikan dukungannya terhadap gerakan Bank Sampah di Kota Mataram. Kami sudah mengadopsi enam wanita Indonesia, salah satunya berasal dari pulau Lombok,” ujar Neeru Singh ketika diterima di Pendopo Wali Kota Mataram.

Terkait dukungan ini, Neruu Singh tidak sendiri. Ia juga diback up istri Dubes Amerika Serikat Sofie Blake.
Dua wanita ini memberikan dukungan kepada enam wanita Indonesia atas kerja keras mereka terhadap pembangunan daerah. Mereka dinilai mampu menjadi inspirasi bagi daerah masing-masing.

Dari enam wanita itu, ada nama Febrianti Khaerunnisa. Ia merupakan wanita asal Lombok yang dipilih oleh Neruu dan Sofie. Febri dinilai mampu memberi inspirasi terhadap masyarakat Lombok terhadap permasalahan sampah.

Febri merintis bank sampah untuk program Lingkungan dengan Sampah Nol (Lisan). Neruu mengaku, dirinya senang bisa mengunjungi pulau Lombok, khususnya Tiga Gili. Tiga Gili merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis asing. Namun, ia memprotes banyaknya sampah yang berserakan di tempat wisata tersebut.

Hal itu dinilai menurunkan kualitas keindahan Tiga Gili. Untuk itu, ia mengajak Febri bekerjasama untuk memperkuat isu penanganan sampah. Tidak hanya di Tiga Gili, tapi juga di seluruh pulau Lombok.

“Kita cari solusi untuk penangan masalah sampah di pulau Lombok. Saya mengharapkan kerja sama Pemerintah dengan Bank Sampah untuk menanamkan pendidikan penangan samapah sejak dini,” harapnya.

Neruu Singh yang diterima Sekda Kota Mataram HL Makmur Said menawarkan sebuah program kerjasama membantu Pemerintah Kota Mataram mengatasi persoalan sampah. “Intinya kami ingin membantu pengelolaan sampah dalam hal ini berpartisipasi dalam proyek daur ulang sampah,” tandasnya.

Menanggapi paparan istri Duta Besar India ini, Sekretaris Daerah Kota Mataram HL Makmur Said menyambut baik program yang ditawarkan tim. Menurut Makmur, program mengenai masalah persampahan memang sedang sangat dibutuhkan di Kota Mataram dan belum sepenuhnya dapat diatasi.

Kota Mataram masih belum memiliki cukup sarana dan prasarana yang memadai. Dari 1.300 meter kubik yang dihasilkan di Kota Mataram setiap harinya, baru dapat terangkut 800 meter kubik saja. “Kehadiran Bank Sampah yg sudah dikerjasamakan seperti ini tentu menjadi harapan bagi kami untuk dapat dibantu mengatasi persoalan sampah. Semoga program-programnya nanti dapat ikut memberi dukungan,” harap Makmur.(cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up